Seniman Reog Ponorogo Diundang Tampil di Azerbaijan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Seorang pengrajin topeng bujang ganong saat memperlihatkan hasil kerajinannya kepada Dubes RI untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fannani (dua dari kiri pakai songkok) di Sekolah Alam Bumi Langit Mulia, Ponorogo, Selasa (20/9/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
PONOROGO — Duta Besar RI untuk Republik Azerbaijan, Husnan Bey Fannani, mengunjungi Sekolah Alam Bumi Langit Mulia, Ponorogo, Selasa (20/9/2016). Dalam kunjungannya, Dubes Azerbaijan itu bertemu dengan puluhan seniman dan pelaku UKM Ponorogo.

Dalam acara itu, beberapa seniman dan pelaku UKM memamerkan produknya, seperti lukisan wayang beber, batik tuis, seni tari, topeng bujang ganong, dan beberapa kuliner khas Ponorogo.

Dubes Azerbaijan, Husnan Bey Fannani, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sangat senang dengan budaya Ponorogo, seperti reog, jatilan, dan lainnya. Dia juga berbagi pengalaman dengan puluhan seniman dan pelaku UKM Ponorogo saat di Republik Azerbaijan.

Dia mengatakan untuk mempromosikan wisata dan budaya Indonesia ke masyarakat Azerbaijan, pihaknya akan mengadakan Indonesian Culture Festival pada November 2016 nanti. Untuk itu, Husnan akan mengundang sejumlah seniman di beberapa kabupaten di Indonesia, termasuk Ponorogo untuk tampil dalam kegiatan itu.

Menurut dia, kegiatan festival tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke mancanegara, salah satunya di Republik Azerbaijan.

Dalam festival tersebut tidak hanya bisa memamerkan produk kesenian saja, tetapi budaya, seni batik, kuliner, dan lainnya tentang Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Saya akan meminta kepada pemkab di beberapa daerah untuk mengirim seniman di Azerbaijan. Ponorogo, wajib untuk hadir di kegiatan itu. nanti kalau tidak hadir, saya sendiri yang akan tampil dengan kesenian reog,” kata dia yang merupakan warga Ponorogo.

Lebih lanjut, dia menuturkan Amerikan Serikat merupakan negara super power di bidang politik dan militer, China menjadi negara super power di bidang ekonomi, sedangkan Indonesia merupakan negara super power di bidang seni dan budaya. Keberagaman seni dan budaya yang ada di Indonesia tidak ada yang menyaingi.

“Kita ini negara kesatuan terbesar di dunia. Tidak ada negara lain di dunia yang bisa menyaingi keberagaman kita. Kita harus bangga dengan negara Indonesia ini,” jelas dia.

Menurut Husnan, kebudayaan dan keragaman Indonesia harus ditampilkan ke hadapan masyarakat dunia. Hal ini supaya dunia tahu bahwa ada negara kesatuan yang memiliki kesenian dan kebudayaan yang beragam seperti Indonesia.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperkenalkan kebudayaan bangsa ini kepada dunia,” ujar Husnan. [Madiunpos.com]
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: