Sidak DPRD Buktikan Buruknya Pelayanan RSUD Harjono Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad

KOTA – Keluhan buruknya pelayanan di RSUD dr Harjono terbukti. Kali ini ditemukan langsung wakil rakyat yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit pelat merah itu, kemarin (19/9). Berbagai permalasahan ditemukan Mulai masalah jam pelayanan dokter, visite, sistem dan alur pelayanan, hingga rekrutmen tenaga medis ‘’Rumah sakit kan penunjang utama masalah kesehatan masyarakat. Tapi banyak sekali keluhan yang masuk. Dan itu benar adanya,’’ kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ubahil Islam, kemarin.

Komisi D sengaja melakukan sidak lantaran menerima banyakkeluhan dari masyarakat. Tim pun berpencar. Tim Ubahil kali pertama mengunjungi ruang pelayanan rawat jalan. Sejumlah poli dicek. Wakil  rakyat mengaku kecewa lantaran tidak menemukan seorang pun dokter spesialis. Hanya ada dokter umum. Beberapa lainnya pembantu dokter. Tak urung, pelayanan poli belum jalan kendati jam sudah menunjukkan pukul 09.00 lebih. Data yang dihimpunnya, pelayanan poli baru maksimal setelah lewat pukul 10.00. Dokter spesialis baru mulai datang. ‘’Saya tidak tahu mengapa baru datang pukul 10.00. Apakah masih visite atau yang lain. Yang jelas pasien sudah mulai mengantre dari jam 06.00,’’ jelasnya.

Kekecewaan Ubahil juga terlihat kala mengunjungi pelayanan di ruang rawat inap. Lagi-lagi dia menemukan keluhan minimnya interaksi dokter dengan pasien. Ubahil menyebut sejumlah pasien mengeluh minimnya komunikasi dari dokter saat kunjungan. Akibatnya, pasien banyak  yang tidak mendapatkan jawaban terkait penyakitnya.

Hal yang sama juga ditemukan tim Budi Purnomo. Budi dan sejumlah anggota dewan lain yang sengaja pisah dari rombongan itu mengaku mendapat keluhan pasien dari ruang PONEK. Di ruang pelayanan persalinan itu dia menemukan keluhan ribetnya alur pelayanan. Budi menyebut seorang pasien terpaksa harus bolak-balik dua kali ruang PONEK-IGD mengendarai mobil pribadi. Pasalnya, pasien yang tengah menunggu persalinan itu harus menjalani perawatan lain lantaran kakinya terluka. Budi juga menyebut permasalahan pelayanan sosial tersebut mengemuka dimungkinkan lantaran masalah sumber daya manusia (SDM). Apalagi sistem rekrutmen dinilainya salah kaprah dan tidak transparan. ‘’Saya yakin pasien tidak banyak mengeluhkan pelayanan medis kalau ditangani orang-orang yang berkompeten,’’ ujarnya sembari menyebut soal pengelolaan RSUD yang sudah berbentuk BLUD agar terkorelasi dengan peningkatan pelayanan. Tidak mencari keuntungan karena RSUD bukan perusahaan.

Kasubag Humas RSUD dr Harjono Suprapto mengaku bakal segera melaporkan temuan sidak ke pimpinan. Dia mengaku Direktur RSUD Made Jeren memang tengah tidak berada di tempat kala sidak dilaksanakan. Sejumlah permasalahan tersebut bakal menjadi bahan pembahasan segera. Namun diakuinya, dokter spesialis memang kebanyakan baru mulai pelayanan di poli sekitar pukul 10.00. Sebab, harus melakukan visite terlebih dahulu. Dan, bukan berarti poli tanpa dokter. ‘’Setidaknya pasti ada dokter umum senior. Temuan ini akan menjadi evaluasi kami segera,’’ ujarnya. (agi/irw)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: