Ada Kejanggalan, Tim INAFIS Polda Jatim Bongkar Makam Mr X Yang Ditemukan Meninggal di Sawoo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Tim forensik RSUD dr Harjono,  Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Jatim dan Polres Ponorogo terpaksa membongkar paksa makam tanpa identitas yang sempat membuat geger warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dua hari lalu. Hal ini setelah hasil visum RSUD dr Harjono Ponorogo.

Dugaan sementara dari visum Mr X keracunan, tapi jenis racun masih dalam penyelidikan. "Mulut korban mengeluarkan busa. Dugaan sementara diberi racun," kata Sunyoto, tim forensik RSUD dr Harjono kepada wartawan, Kamis (27/10/2016).

Parahnya, lanjut dia, lalat langsung mati ketika diberi racun tersebut. Sehingga racun tersebut sangat berbahaya. Sayangnya, Sunyoto tidak mau menjelaskan jenis racunnya.

Sunyoto menjelaskan saat melakukan visum luar, Mr X bukan gelandangan atau orang gila. "Bajunya bersih dan necis. Bukan seperti gelandangan seperti biasanya," terangnya.

Dia memaparkan bahwa organ dalam Mr X, lambungnya berwarna kuning. Baik lambung maupun bagian jantungnya.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan, membenarkan bongkar makam Mr X di areal Pemakaman Srandil, Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Karena adanya kejanggalan.

Dia mengatakan bahwa dugaan sementara diracun oleh orang tak dikebal. Sehingga tim identifikasi Polda Jatim turun tangan.

"Jantung, lambung dan hati serta minum-minuman yang ditemukan bersama korban sudah dikirim ke laboratorium. Untuk hasilnya belum," kata mantan Kasat Reskrim Polres Jombang ini.

Di sisi lain, Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan, data sudah ada ditangan. Namun dia tidak bisa secara menggamblang menjelaskan siapa sejatinya Mr X.

Sudarmanto mengatakan sidik jari sudah jelas. "Yang jelas bukan warga Ponorogo. Nanti kita share kalau sudah jelas," pungkasnya.

Untuk sekedar diketahui, diduga korban pembunuhan, seorang mayat tanpa identitas tergeletak di pinggir jalan provinsi, penghubung Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek. Tepatnya di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Mayat tanpa identitas tersebut mengeluarkan busa.

Warga tidak tahu pasti identitas korban. Sebab saat ditemukan, tidak ada identitas di tubuh lelali yang diperkirakan berusia 45 tahun. Selain baju warna hitam dan celana jeansi yang dikenakan korban. (mit/kun/beritajatim.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: