Beberapa Ruas Jalan Rusak Mulai Bulan Depan Diperbaiki

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO – Masyarakat Ponorogo yang mendambakan jalan mulus lagi-lagi harus bersabar. Sejumlah proyek perbaikan bersumber dana Perubahan APBD 2016 tersebut diprediksi baru dapat dilaksanakan November mendatang. Alasannya, pemkab masih menyelesaikan sejumlah proyek yang bersumber APBD induk. Padahal, kondisi sejumlah titik pengerjaan bersumber dana Perubahan APBD tersebut sudah cukup memprihatinkan. ‘’Proyek dari dana APBD induk kami harapkan selesai Oktober. Jadi kami bisa memulai proyek bersumber Perubahan APBD bulan depan,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ponorogo, Jamus Kunto.

Jamus mengakui sejumlah proyek bersumber APBD induk belum klir. Seperti perbaikan Jalan Lawu, Madura, dan Jalan Letjend Suprapto (Pasar Pon ke selatan). Kendati begitu bukan berarti proyek bersumber APBD perubahan macet. Proses lelang sudah berjalan. Jamus menyebut molornya pengesahan APBD Perubahan menjadi kendala lain. Dia mengaku draf APBD sempat tertahan lama di tingkat gubernur. Pihaknya menyiasati dengan melakukan lelang terlebih dahulu. Namun, soal penandatangan kontrak dilakukan setelah dana cair. ‘’Banyak kendala pengerjaan proyek tahun ini. Selain soal anggaran, cuaca juga menjadi salah satu kendala,’’ jelasnya.

Kendati begitu, Jamus membantah pengerjaan asal-asalan. Dia memastikan tetap sesuai dengan ketentuan. Pihaknya bakal melakukan memelototi benar. Mulai ketebalan hingga kadar aspal. Jamus mengaku pengerjaan juga bakal melalui uji lab. Pihaknya ogah mepetnya waktu dijadikan alasan. Jamus mengaku pencairan dana APBD Perubahan kelewat mepet. Namun, pihaknya optimis sejumlah proyek tersebut terkejar. ‘’Ini sudah mulai jalan. Begitu selesai langsung kami cek agar bisa segera mengerjakan yang lain begitu seterusnya,’’ terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya mendapat Rp 40 miliar dari APBD Perubahan. Saat ini tengah proses lelang. Jamus menyebut ada banyak titik. Namun, disederhanakan menjadi empat paket. Di antaranya, Jeruksing ke utara dan ke selatan, Perempatan Jabung ke timur, Balong ke barat, Somoroto ke utara, dan Danyang-Sukorejo. Nominalnya bervariasi. Mulai Rp 3 miliar hingga belasan miliar. Pengerjaan perbaikan menggunakan hotmix. ‘’Sengaja kami bagi dalam paket-paket agar dapat selesai tepat waktu,’’ ungkapnya.

Jamus menyebut rata-rata titik yang diperbaiki lebih panjang. Dia tunjuk bukti, titik Jeruksing ke Pulung. Pihaknya menganggarkan Rp 7 miliar untuk proyek tersebut. Panjangnya diprediksi mencapai sepuluh kilometer. Harapannya perbaikan lebih panjang dan tidak sporadis. Sebab, kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Ponorogo dengan Pulung dan Pudak tersebut sudah mengenaskan. Titik kerusakan sudah tidak dapat dihitung jari. Jamus mengaku panjang kerusakan lebih dari titik yang dikerjakan. ‘’Memang belum mencukupi semua. Tapi paling tidak jalan yang halus lebih panjang dan tidak putus sambung,’’ jelasnya. (agi/irw/radarmadiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: