Biar Awet Muda, Warga Ponorogo Rebutan Air Jamasan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO  - Kepercayaan warga Ponorogo tentang mandi air bekas jamasan atau bekas cuci benda pusaka  masih kental. Dari tahun ke tahun, dipastikan warga langsung menyerbu air jamasan setelah selesai pencucian benda pusaka, tombak Songsong tunggul ulung, tombak tunggul nogo dan Dalah Cinde Puspito.

Pasca Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, meninggalkan tempat pencucian jamas, warga Ponorogo langsung menyerbu. Mereka berebut air untuk digunakan wudhu atau mandi.

Tak mengenal baik yang tua, muda. "Saya memang sengaja datang ke kota untuk bisa mandi dengan air jamas. Karena ada kepercayaan tersendiri," kata Triyas, salah satu warga dari Jambon.

Triyas mengatakan, kepercayaan masih sangat kental. Karena memang ada yang bilang dengan mandi air jamasan bisa awet muda, keselamatan dan merah cita-cita. "Saya mandi dengan air jamas kan biar awet muda. Tetap disayang sama suami. Makanya nekat ke Ponorogo," terangnya.

Sementara sebelum ketiga pusaka dijamas, diiring dari Kota Lama, Sarpon ke Kota Baru Ponorogo. "Kirab Pusaka merupakan bagian dari cerita sejarah Ponorogo. Dari Kota Lama ke Kota Baru," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Ipong juga berharap berkah dari Tuhan. Selain itu tidak lupa dengan sejarah Ponorogo. Karena ada kota Lama yang ada di Sarpon. "Gol nya tentu bisa menjadi agenda tahunan. Kebudayaan di Ponorogo menjadi daya tarik sendiri," pungkasnya. (beritajatim.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: