Dinyatakan Meninggal, Pencarian TKI Asal Ponorogo dan Madiun Korban Topan Megi di Taiwan Dihentikan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Topan Megi telah mendarat di Taiwan pada Selasa (27/9/2016) petang menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan 167 orang terluka.
PONOROGO  - Pencarian 2 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo dan Madiun dihentikan oleh tim pencari korban bencana topan Megi dari Kepolisian Taiwan.  Hal itu dilakukan setelah pencarian selama tiga minggu tidak kunjung menemukan jasad mereka.

Kepolisian Taiwan sudah menyatakan dua TKI yang hilang sejak 27 September 2016 itu meninggal dunia karena jasadnya tidak ditemukan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo, Sumani, mengatakan, tim pencari korban topan Megi sudah tidak bekerja lagi lantaran selama tiga pekan melakukan pencarian dua TKI tak membuahkan hasil.

Kedua TKI tersebut yaitu Hadi Baskoro, 48, warga RT 001/RW 001, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dan Basori, 37, warga RT 050/RW 005, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Jasad kedua korban berdasarkan keterangan kepolisian setempat diduga hanyut terseret arus sungai yang mengalir ke laut Taiwan. "Kalau sudah berada dilaut sulit ditemukan jasadnya," ucap dia.

Sumani mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada keluarga mengenai penghentian pencarian ini.

Kendati jasad kedua TKI tak ditemukan, sebut dia, pemerintah dan perusahaan tetap memberikan hak-haknya kepada keluarga korban.

Hak-hak yang diberikan berupa pencairan dana asuransi, sisa gaji, dan tali asih dari perusahaan yang memberangkatkan korban di Taiwan.

Untuk mempercepat pencairan dana asuransi, Dinsosnakertrans, Ponorogo akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Ponorogo.

Surat itu berupa pernyataan atau keputusan tentang kematian TKI asal Ponorogo ,Hadi Baskoro.(,KOMPAS.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: