Empat Ibu Satu Kampung Berkomplot Gadaikan Mobil Rent Car

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SURABAYA -  Sindikat penggelapan mobil rent car, biasanya tidak saling mengenal. Tapi di Surabaya, sindikat penggelapan mobil rent car ini dilakukan enam orang yang tinggal dalam satu kampung di Jalan Margorukun. Menariknya lagi, empat dari enam tersangka ini merupakan ibu rumah tangga. Dalam aksinya, enam tersangka ini menjual mobil rent car ke Malang dan hasilnya dibagi untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli motor.

Beruntung kasus penggelapan mobil rent car ini berhasil dibongkar anggota Reskrim Polsek Bubutan dengan menangkap lima dari enam tersangka. Semuanya warga Jalan Margorukun Surabaya. Kelima tersangka ini adalah Sri Tanjung (46), Sri Wilujeng (46), Siti Nur Hasanah (32), Daniel Effendi (36), dan Fauzan (42). Sementara seorang tersangka lagi, yakni Sri Wahyuningsih masih dalam pengejaran.

Kapolsek Bubutan, Kompol I Ketut Madia mengatakan, seluruh tersangka ini terbukti menggadaikan mobil Toyota Avanza milik Rent Car ECS di Jalan Margorukun. Dalam aksinya, keenam tersangka ini berbagi tugas. Empat tersangka yakni Fauzan, Sri Tanjung, Sri Wilujeng dan Sri Wahyuningsih berperan menyewa mobil, sementara Siti Nur Hasanah dan Daniel Effendi yang merupakan pasangan suami istri, bertugas menjual mobil ke penadah, Mat Tasik warga Malang dengan harga Rp 30 juta.

Modusnya, sindikat ini menyewa mobil selama satu minggu dengan harga Rp 3,5 juta. Namun hingga dua bulan, para tersangka ini tak juga mengembalikan mobil. Merasa curiga, Arif Supriyanto selaku pemilik rent car melapor ke Polsek Bubutan. Atas laporan ini, satu per satu pelaku akhirnya berhasil ditangkap, sementara mobil ternyata sudah diamankan di Polsek Jabung Malang, lantaran digunakan seseorang untuk mencuri sapi di kawasan Jabung.

Sementara itu, kepada polisi tersangka Sri Tanjung mengaku uang Rp 30 juta dibagi enam orang. Dirinya mendapat bagian Rp 7,6 juta, Sri Wilujeng Rp 5,1 juta dan Siti Nur Hasanah serta suaminya mendapat Rp 3 juta. Sri Tanjung mengaku uang Rp 7,6 juta telah habis untuk menebus gadai motor dan kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, polisi akan terus memburu tersangka Sri Wahyuningsih yang masih buron, serta akan mengembangkan sindikat penggelapan mobil rent car yang dilakukan enam orang satu kampung ini. (end/pojokpitu.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: