LONGSOR DI NGEBEL, Terjang Sekolah, Ancam Rumah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGEBEL – Longsoran tanah lagi-lagi mengancam sekolah. Tidak hanya SMPN 4 Ngrayun, SDN 3 Ngebel, di Desa/Kecamatan Ngebel juga terkena longsor, Minggu (9/10). Beruntung, longsor tidak sampai merusak bangunan sekolah. Kendati demikian, ancaman longsor belum berakhir lantaran rumah di atas tebing setinggi tujuh meter itu rawan ikut ambrol jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan. Saat ini, antitipasi longsor susulan hanya dengan memasang terpal agar aliran air hujan tidak langsung mengenai tanah.

Penjaga SDN 3 Ngebel yang juga menjadi saksi kejadian itu, Tafsir mengatakan, longsor terjadi pada Minggu (9/10) sekitar pukul 15.00. Hujan lebat mengguyur sejak pukul 11.00. Saat itu, dia berada di rumahnya yang terletak di atas tebing belakang sekolahnya. Menurut Tafsir, sudah ada tanda-tanda tebing setinggi tujuh meter itu bakal longsor. Sebab, tanah di halaman rumahnya sudah terasa miring. ‘’Saat longsor, tiba-tiba sedikit bergoyang disertai gemuruh,’’ terangnya.

Saat dicek, longsoran menimpa bangunan sekolah. Namun, tidak sampai merusak bangunan. Kendati demikian, bibir tebing sudah mepet di teras rumah Tafsir. Teras rumahnya pun retak dan tiang penyangga atap teras juga menggantung. Untuk sementara, Tafsir dibantu warga memasang bambu tambahan untuk menyangga atap teras agar tidak roboh. Selain itu, langkah antisipasi memasang terpal dilakukan agar saat hujan, air tidak langsung mengenai tanah. ‘’Supaya tanah tidak mudah gembur dan merekah ketika terkena air,’’ ujarnya.

Tafsir khawatir dengan kondisi rumah dan sekolah. Dalam dua tahun terakhir, longsor sudah terjadi selama empat kali. Menurut Tafsir, longsor Minggu lalu adalah yang terparah. Jika kelak terjadi longsor lagi, rumahnya bakal terdampak karena terasnya sudah mepet bibir tebing. Namun dia tidak punya pilihan tempat tinggal lain. Tidak hanya rumahnya, sekolah juga bakal terdampak jika rumahnya ikut ambrol. ‘’Longsor tidak merusak sekolah karena material tanah yang menimpa tidak seberapa banyak. Namun jika rumah saya ikut ambrol, jelas bangunan sekolah akan terdampak,’’ terangnya.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo Hery Sulistyono mengatakan, longsor yang melanda SDN 3 Ngebel cukup rawan mengancam. Sebab, rumah Tafsir yang berada persis di atas tebing bakal ikut ambrol jika sewaktu-waktu hujan turun lebat dan lama. Pengamanan sejauh ini berupa pemasangan bambu penyangga di teras rumah Tafsir dan terpal di tebing sebenarnya masih dinilai kurang. Tafsir dan pihak sekolah terus diminta waspada. Selain itu, longsor di SDN 3 Ngebel rupanya hanya satu dari tiga titik longsor yang terjadi bersamaan pada Minggu (9/10) lalu di wilayah Ngebel. Dua titik longsor lainnya mengancam rumah warga. ‘’Karena itu, rumah yang terdampak selalu kami beri bantuan logistik. Untuk bantuan tunai semua diusulkan bersamaan dengan rumah yang terdampak longsor di berbagai wilayah lainnya,’’ jelasnya.(mg4/irw/radarmadiun.co.id)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: