Masalah Sosial Dorong Siswa SLTP 1 Jetis Ponorogo Ini Membuat Karya Inovatif

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Siswa tingkat SMP dan SMA yang ikut lomba robot di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Asia sangat kreatif. Para siswa ini membuat robot sesuai masalah sosial yang dihadapi warga di daerahnya.

Seperti robot milik siswa SMPN 1 Jetis, Ponorogo. Tim binaan Tri Nurcahyo ini membuat robot pemanen madu. Pembuatan robotini terinspirasi petani sarang lebah yang tidak memiliki alat sendiri.

“Risikonya sangat besar, seperti disengat lebah. Akhirnya kami berimajinasi membuat robot ini,” kata Tri, Selasa (25/10/2016).

Cara kerja robot ini sangat mudah. Ada aplikasi bluetooth ke mikro controler. Ada kamera CCTV untuk memantau madutersebut siap panen atau belum.

“Kalau melihat langsung di kotak, risikonya sangat tinggi. Cukup memantau melalui CCTV,” tambahnya.
Ada beberapa bidang untuk tempat sarang madu. Jika sudah siap panen, cukup dipres ke bidang lain. Agar lebah meninggalkan sarang, ada kipas yang berfungsi untuk mengusir lebah.

“Lebahnya akan pindah ke rumah lebah lain,” tuturnya.

Saat dipres, sarang lebah hancur dan madunya masuk ke saluran/selang yang disiapkan. Dia berharap teknologi ini bisa membantu pengusaha madu.

“Kami menghabiskan dana sekitar Rp 3 juta untuk membuat alat ini,” terang Tri.

Sementara itu, siswa SMAN 2 Kota Batu membuat alat pendeteksi longsor. Alat ini cukup ditempatkan di daerah rawan longsor. Sensor di alat tersebut akan mengukur kadar air. Saat kadar air melebihi batas, alat itu akan mengirim pesan. Pesan akan diolah dan memberi tanda agar warga mengungsi.

Ketua panitia, Samsul Arifin mengatakan lomba teknologi tepat guna baru pertama kali digelar. Menurutnya, robot bisa membantu manusia. STMIK Asia juga menggelar seminar teknologi, lomba robot analog dan mikrokontroler. Untuk lomba robot, ini tahun kelima diadakan.

“Pesertanya dari berbagai daerah di Jatim,” kata Samsul.(suryamalang)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: