Oknum Perangkat Desa di Ngrayun Ponorogo Jadi Pembalak Kayu

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGRAYUN – Menjadi perangkat desa, Mu, 41, bukannya memberi teladan yang baik untuk warganya. Dibantu lima temannya, perangkat Desa Cepoko, Ngrayun itu nekat melakukan aksi illegal logging atau pembalakan liar. Mereka memotong sejumlah pohon pinus di lahan milik Perhutani di desa setempat. Selain mengamankan Mu dan lima temannya, polisi juga menyita puluhan kayu pinus gelondongan, Senin (17/9).

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto menuturkan, aksi illegal logging yang terjadi di Cepoko, Ngrayun pertama diketahui warga setempat dan polisi hutan yang bertugas pada Minggu (16/10). Warga yang melintas hutan mendengar ada suara orang menebang pinus di lahan Perhutani di petak 63A RPH Cepoko, sekitar 17.00. Warga melaporkan hal tersebut kepada polisi hutan setempat. Mereka lantas mengecek lokasi. Sayangnya, petugas terlambat. Orang yang dicurigai melakukan penebangan pohon tidak ditemukan. ‘’Namun, warga dan polisi kala itu mendapati ada lima pohon pinus yang baru saja ditebang,’’ ujarnya.

Warga dan polisi hutan pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngrayun. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Polisi menduga pelaku merupakan warga setempat. Setelah ditelusuri, pelaku benar enam warga Cepoko. Bahkan, salah seorang pelaku adalah perangkat desa setempat yang hingga saat ini masih aktif bertugas, Mu. Selain Mu, lima warga Cepoko yang juga terlibat diantaranya War, 48, Ban, 30, Har, 25, Sum, 36, dan Tur, 52. Mereka ditangkap Senin (17/10) di rumah masing-masing saat Subuh, sekitar pukul 04.00. ‘’Memang benar salah seorang tersangka diantaranya adalah perangkat desa setempat yang masih aktif,’’ terang Sudarmanto.

Polisi berusaha mencari barang bukti kayu gelondongan yang dicuri Mu dan lima rekannya. Ada 25 batang kayu pinus gelondongan. Puluhan kayu itu diamankan polisi di tempat pengolahan kayu di Tanggaran, Pule, Trenggalek. Atas perbuatannya, Mu dan lima rekannya bakal dijerat pasal 12 UU Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. ‘’Kelima pelaku diancam hukuman maksimal dua tahun penjara atas perbuatannya,’’ jelasnya.(mg4/irw/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: