Berlatar Sakit Hati, Susiswo Tega Bunuh Sahabat Sendiri dengan Racun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SAWOO - Tidak hanya lihai dengan cara memberi racun di bakwan, Susiswo, tersangka pembunuhan sadis di Ponorogo ini ternyata menyimpan motif lain terhadap korbannya, Ludy Widoarto.

Susiswo mengaku bahwa sudah berteman lama dengan korbannya. Bahkan bisa disebut sahabat kental. "Ludy (korban-red) merupakan sahabat kental saya. Saya kenal sudah lama sekali," kata warga Kecamatan Pare, Kediri, Sabtu (26/11/2016)

Namun, lanjut dia, Ludy sering membuat dirinya sakit hati dengan cara main tangan.  Susiswo mengatakan karena sudah klimaks kesabarannya. Sehingga Susiswo merencanakan pembunuhan terhadap Ludy. Caranya pun halus, dengan memberi racun pada bakwan yang dia bawa dari rumah.

"Kebetulan diajak bertemu di perbatasan Trenggalek-Ponorogo untuk cari pesugihan. Saya manfaatkan saja," ujar bapak dua orang anak itu.

Dan memang betul, rencananya mulus. Saat bertemu dia meracun sahabat kentalnya yang berasal dari Surabaya tersebut.

"Selain meracun saya juga membawa kabur motornya. Semuanya mulus karena saya melakukannya pagi hari. Dendam saya tersampaikan," terangnya.

Sementara, Kanit Reskrim, Ipda Rosyid Effendi, menjelaskan, reka adegan ada 14 kali. Dan memang dari reka adegan yang dilakukan modusnya sakit hati.

"Selain pengakuannya ke polisi, dilihat dari reka adegan kan memang modusnya sakit hati," teerangnya.

Untuk itu, tersangka dijerat pasal 340 dan atau 339 dan atau 338 dan atau 365 dan atau 362 tentang pembunuhan yang direncanakan, penganiayaan berat yang diiringi dengan kekerasan dan menguasai barang bukan haknya.

Diberitakan sebelumny, Susiswo (45) warga Kecamatan Pare, Kediri memberikan racun di bakwan yang dimakan Ludy Widiarto (41) warga Tambaksari Surabaya Oktober lalu. Hal ini terungkap saat rekontruksi pembunuhan, Jumat (25/11/2016). [mit/suf/beritajatim.com]
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: