Danrem dan Bupati Madiun Imbau Warga Tak Ikut Aksi 2 Desember

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto dan Bupati Madiun Muhtarom mengimbau warga tak mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar 25 November dan 2 Desember mendatang.

Pasalnya, kegiatan demonstrasi itu bisa ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan kondusivitas negara.

"Masyarakat di Madiun dan sekitanya jangan terpancing atau terprovokasi untuk ikut pergi ke Jakarta. Kegiatan yang berdalih demonstrasi itu bisa ditunggangi oleh pihak pihak tertentu yang tidak menginginkan kondusivitas suatu keadaan," kata Budyakto seusai menggelar doa bersama untuk keselamatan dan keutuhan NKRI di halaman Korem 081/DSJ Madiun, Selasa ( 22/11/2016).

Hingga saat ini, kata Budyakto, belum ada laporan masyarakat Kota dan Kabupaten Madiun yang akan ikut serta dalam aksi turun ke jalan di Jakarta. Kendati demikian, jajarannya terus melakukan pemantauan.

Budyakto mengatakan, acara doa bersama dimaknai sebagai bentuk keprihatinan akan kondisi bangsa Indonesia yang sedang menghadapi cobaan untuk menjadi bangsa yang kuat dan besar.

Imbauan serupa disampaikan Bupati Madiun, Muhtarom yang mengimbau rakyatnya di Madiun tidak mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

"Kita ndak usah terpancing dengan kondisi di Jakarta. Saya pikir yang di Jakarta bisa diselesaikan di Jakarta. Jangan sampai masyarakat di daerah ini terprovokasi," kata Muhtarom.

Doa bersama itu selain dihadiri Komandan Korem O81/DSJ Kolonel Inf Piek Budyakto dan Bupati Madiun Muhtarom, juga diikuti Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf Rachman Fikri, Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto dan Kapolres Madiun Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri para alim ulama, anggota TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota FKPPI, anggota Banser dan warga setempat.


KOMPAS.com
Penulis    : Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Editor     : Farid Assifa
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: