Jalan Longsor, 150 Keluarga di Dusun Buyut Sooko Terisolir

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Kondisi jalan yang menghubungkan Dusun Buyut dan Dusun Ploso, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo, terputus karena longsor, Senin (28/11/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
SOOKO — Sebanyak 150 keluarga di Dusun Buyut, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo, terisolasi karena jalan utama di dusun tersebut longsor dan membuat jalan tidak bisa dilewati.

Warga harus berjalan memutar sekitar 15 km untuk menuju ke pusat desa.

Jalan yang longsor itu merupakan penghubung antara Dusun Buyut dan Dusun Ploso. Hampir seluruh badan jalan di satu titik tersebut longsor dan tidak bisa untuk dilewati.

Perangkat Desa Ngadirojo, Sarno, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah Sooko sejak hari Jumat hingga Sabtu (25-26/11/2016) membuat jalan di dusun tersebut longsor.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa digunakan dan jalur penghubung antara Dusun Buyut dan Dusun Ploso itu tidak bisa dilalui.

“Ada 150 keluarga di Dusun Bayat yang terisolir. Kalau bepergian ya harus memutar hingga 15 km,” kata dia kepada wartawan, Senin (28/11/2016).

Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno, menuturkan sangat prihatin dengan bencana alam yang akhir-akhir ini banyak terjadi di Ponorogo.

Untuk longsor di Dusun Buyut yang mengakibatkan jalan di dusun itu putus, dia berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo untuk segera koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.

“Supaya masyarakat di dusun tersebut mendapat jalan alternatif setelah jalan utama di dusun itu longsor,” kata dia.

Dia berharap masyarakat untuk lebih waspada saat hujan mengguyur di wilayah yang rawan bencana alam. Menurut dia, daerah yang tanahnya subur biasanya menjadi daerah rawan longsor.(Madiunpos.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: