Jalur Trenggalek-Ponorogo Masih Tertimbun Longsor

Sponsored Ad

Sponsored Ad
TRENGGALEK - Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek menuju Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Selasa petang (29/11/2016), masih ditutup total.

Hal itu karena material longsor masih menimbun seluruh bagian jalan. Pembersihan terus dilakukan sejak dua hari lalu,menggunakan tiga alat berat.

“Hingga saat ini longsor yang menutup total akses antar kabupaten ini masih menimbun. Sampai sore ini, pembersihan material sudah berkurang sekitar 30 persen, namun belum bisa dilintasi,” ujar Kapolsek Kecamatan Tugu IPTU Bambang Purwanto.

Timbunan material longsor berupa batu dan tanah, masih menutup seluruh badan jalan nasional yang berada di Kilometer 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Sebanyak tiga alat berat yang dikerahkan sejak Senin (29/11/2016), belum sepenuhnya membersihkan material longsor yang tebalnya mencapai sekitar 4 meter dan sepanjang sekitar 70 meter ini.

Material longsor diangkut dengan menggunakan sejumlah truk,sebagian dibuang ke sisi jurang lahan milik perhutani.

“Dalam satu hari, truk mengangkut material longsor sebanyak 30 kali muatan. Selain itu, material juga dibuang di jurang seberang titik longsor,milik perhutani dan kami sudah melakukan kordinasi sebelumnya,” sebut dia.

Pembersihan material juga terkendala dengan cuaca yang masih sering hujan. Apabila hujan turun, proses pembersihan dihentikan karena khawatir terjadi longsor susulan. Selain itu, longsor masih terus terjadi pada saat alat berat beroperasi.

“Lihat saja situasinya. longsor masih berlangsung ketika alat berat mengeruk material. Kendala kami di lapangan adalah apabila turun hujan. Alat kami tarik untuk istrahat, khawatir terjadi longsor susulan,” kata Umar, operator alat berat.

Pada Selasa petang, proses pembersihan dihentikan, karena hujan mulai mengguyur.

Proses pembersihan kembali akan dilakukan pada Rabu Pagi (30/11/2016) dan diharapkan, jalur lalu lintas bisa segera dilintasi bagi pengguna jalan.

Sementara itu, sejumlah pengemudi truk memilih menunggu hingga jalur bisa dilintasi kendaraan. Para sopir kendaraan jenis truk angkutan ini mengaku, sudah empat hari terakhir berada di sekitar lokasi longsor.

Mereka enggan memutar balik melintasi jalur lain, karena jarak tempuh bertambah jauh dan biaya bertambah besar.

“Saya menunggu ini sejak empat Hari ini. Soalnya jalur alternatif sangat sulit dan untuk jenis truk tidak bisa melintas. Dan apabila memutar ambil jalur lain,memutar jauh dan biaya lebih banyak. Sekarang biaya kami sudah habis,” ucap Bibit (39, salah satu sopir truk.

KOMPAS.com
Penulis    : Kontributor Trenggalek, Slamet Widodo
Editor     : Erlangga Djumena
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: