KPK Sita Sertikat Deposito dan Uang Total Rp8 M Milik Wali Kota Madiun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari barang bukti kasus dugaan gratifikasi yang menyeret Wali Kota  Madiun, Bambang Irianto.

Pada Rabu (23/11/2016), KPK menggeledah lima lokasi dan menyita sejumlah dokumen, sertifikat deposito senilai Rp7 miliar dan uang tunai senilai Rp1 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, mengatakan penyidik KPK menggeledah lima tempat di Kota Madiun, Rabu. Lima tempat itu antara lain rumah pribadi Bambang Irianto, rumah kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Madiun, kantor wali kota Madiun, rumah dinas wali kota Madiun, dan rumah anak wali kota Madiun, Bonie Laksamana.

“Dari lima lokasi yang digeledah itu, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, sertifikat deposito senilai Rp7 miliar, uang tunai sekitar Rp1 miliar, dan sejumlah uang tunai dalam pecahan mata uang asing seperti riyal dan dolar Singapura,” jelas dia kepada Madiunpos.com, Kamis (24/11/2016) malam.

Wali Kota Madiun Bambang Irianto telah ditahan KPK pada Rabu sore. Penahanan ini berkaitan dengan dugaan kasus gratifikasi pembangunan Pasar Besar Madiun pada 2009-2012 yang menelan anggaran negara senilai Rp76,5 miliar. (Madiunpos.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: