Polisi Amankan Pasangan Kekasih Pembuang Bayi di Mushola Madiun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono (kiri) menunjukkan pasangan kekasih yang membuang bayinya di mushola, Jumat (25/11/2016).
MADIUN - Aparat Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun akhirnya menangkap pasangan kekasih Arie Adrianto dan Laila Nur Fathiyah di rumah orang tuanya di Kabupaten Magetan beberapa jam setelah bayi itu ditemukan.

Pasangan kekasih itu ditangkap lantaran membuang bayi perempuannya yang baru berumur tiga bulan di mushala Nur Abror, Dusun Bangunrejo, Desa Rejosari, Kecamatan Kebon, Kabupaten Madiun.

"Dua tersangka kami ditangkap di rumah orang tuanya di Magetan. Identitas dua tersangka kami dapatkan setalah kami sebarkan foto anaknya yang dibuang di media sosial," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada wartawan di Mapolres Madiun, Jumat ( 25 / 11 / 2016) sore.

Ia menjelaskan, beberapa jam setalah foto bayi perempuan itu disebar, polisi mendapatkan informasi keberadaan tempat kos yang ditinggali Arie dan Laila. Dari pemilik kos, polisi mendapatkan identitas pasangan kekasih yang membuang bayinya.

Saat diperiksa polisi, kedua tersangka membuang bayinya lantaran tak mampu lagi menghidupi bayi perempuan itu. Arie yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tidak mampu menghidupi anaknya yang membutuhkan susu dan makan setiap harinya. Sementara Laila setelah hamil tidak bekerja lagi.

"Persoalan himpitan ekonomi ini yang menjadikan pasangan kekasih ini tega membuang bayi perempuannya ke mushola. Harapan mereka ada yang mau memungut dan membesarkan bayi perempuannya. Selain itu, Laila juga kebingungan karena orang tuanya menyuruh segera pulang ke rumahnya di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun," jelas Hanif.

Menurut Hanif, dua tersangka dijerat dengan Undang undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun. Keduanya saat ini ditahan di Mapolres Madiun.

Arie yang diwawancara di Mapolres Madiun terpaksa nekat membawa Laila ke Kota Madiun lantaran orang tuanya tidak menyetujui hubungannya. Setelah Laila hamil dan melahirkan, penghasilan Arie sebagai buruh tak mampu mencukupi kebutuhan anak dan pasangannya.


KOMPAS.com
Penulis    : Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Editor     : Erlangga Djumena
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: