Putus Kuliah Tak Punya Biaya, Pemuda Madiun Ini Sukses Berbisnis Loundry Sepatu

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Tak memiliki biaya untuk kuliah, Richo Ilham Widyapranata atau yang akrab disapa Richo ini akhirnya memilih berhenti kuliah. Richo kemudian menekuni bisnis jasa loundry sepatu.

Pria yang pernah mengenyam bangku perkuliahan hingga semester lima di Universitas Brawijaya Malang ini membuka usaha yang ia beri nama Madiun Shoes Loundry di Jalan Diponegoro no 61 Kota Madiun.

Di temui di tempat usahanya, pengusaha berusia 21 tahun ini menceritakan bagaimana awal ia membuka bisnisnya.

Richo mengaku, awalnya ia berbisnis jual beli sepatu original lewat instagram, namun sepi pembeli.

Akhirnya dia menangkap, peluang usaha jasa cuci sepatu di Kota Madiun, karena saat itu belum ada.

"Dulu saya jualan sepatu online, di instagram. Tapi sepi, akhirnya coba bikin usaha loundry sepatu. Pokoknya saat itu, saya berpikir buka usaha sesuai dengan bidang yang saya sukai," kata Richo kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mengatakan, semula ia membuka usaha cuci sepatu ini dengan modal Rp 2 juta.

Uang itu dia pakai untuk membeli peralatan serta bahan-bahan untuk membersihkan dan memperbaiki sepatu.

Di antaranya, sikat, cleaner, nano protector, lem, cat, kuas, dan peralatan lainnya.

Sementara keahliannya dalam membersihkan dan memperbaiki sepati dia pelajari dari internet dan sharing dengan teman-temannya yang sudah membuka bisnis serupa di Malang.

Pada awalnya, dia membuka usahanya di rumahnya di Jalan Mayjen Sungkono 69 B.

"Jadi dulu belum punya outlet, masih di gudang di samping rumah," katanya.

Kini, setelah lebih dari satu tahun usahanya berjalan, Richo sudah memiliki dua karyawan. Sedangkan omset perbulannya, mencapai Rp 6 juta.

"Rencananya, tahun depan akan buka di Ponorogo, colabs dengan barbershop,"katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Beberapa jasa atau layanan yang dia tawarkan di antaranya, fast cleaning, deep cleaning, unyelowing (memutihkan kembali bagia sole) recolour, change colour, dan custom painting.

Sedangkan tarifnya, bervariasi mulai Rp 30 ribu hingga Rp 450, tergantung dengan jasa yang dipilih dan jenis sepatu yang ditangani.

"Harganya beda-beda, tergantung jasa yang dipilih. Kalau cuma fast cleaning, Rp 30 ribu," kata Richo.

Rico mengatakan, untuk menjaga kualitas, bahan-bahan yang digunakan diimpor dari Amerika. Di antaranya, cat, cleaner dan lem.

Kendala yang dihadapi dalam bisnis loundry sepatu menurutnya, adalah sulitnya mencari tenaga kerja.
Sebab, hampir 100 persen pengerjaannya dikerjakan manual.

"Harus benar-benar menguasai pengetahuan sepatu. Setiap bidang sepatu, upper,mid sole, out sole, in sole. Sebab, membersihkan tiap bagian, membutuhkan bahan pembersih yang berbeda. Kalau salah bisa-bisa malah rusak," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini para customernya tidak hanya dari Madiun dan sekitarnya saja. Beberapa di antara pelanggannya berasal dari luar Pulau Jawa.

Untuk strategi pemasaran, Richo memanfaatkan sosial media yakni instagram dan line.

Sebab, menurutnya pemasaran menggunakan sosial media lebih efektif dan dapat menjangkau konsumen secara luas.

Richo mengatakan, peluang usaha loundry sepatu di wilayah Madiun Raya masih sangat luas.

Saat ini, baru ada dua pelaku usaha yang sama dengan dirinya.

Dia mengaku, sempat ada beberapa orang yang tertarik untuk membeli franchise usahanya.

Namun, hal itu belum dapat terlaksana karena ada beberapa persyaratan usaha yang harus dia penuhi untuk dapat membuka franchise.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: