Rekontruksi Kasus Pembunuhan Ludy Widiarto di Sawoo Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SAWOO - Beberapa saat lalu, Jakarta sempat digegerkan kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Mirna dengan memberikan sianida. Kali ini di Ponorogo, kasus yang serupa juga terjadi.

Susiswo (45) warga Kecamatan Pare, Kediri memberikan racun di bakwan yang dimakan Ludy Widiarto (41) warga Tambaksari Surabaya Oktober lalu. Hal ini terungkap saat rekontruksi pembunuhan, Jumat (25/11/2016).

Dalam rekontruksi tersebut, pelaku menemui korban di perbatasan Trenggalek-Ponorogo, tepat di tugu perbatasan. Dengan membawa satu kresek jajanan dan kopi, korban datang dari Ponorogo dengan keadaan setengah mabuk.

Dalam pertemuan itu, pelaku juga membawa dupa. Alasannya untuk mencari pesugihan bersama.

"Alasannya memang mencari pesugihan. Beberapa bakwan sudah saya racuni dengan racun pembunuh serangga," kata Susiswo pelaku pembunugan.

Dalam reka adegan ketiga, pelaku memberikan bakwan ke korban. Kemudian dengan keadaan setengah sadar, si korban memakan bakwan yang diberikan pelaku. Dan tidak lama dibawa lah korban sekitar 10 km dari perbatasan.

"Saya geletakkan dan saya beri minum air putih. Dan saya tinggalkan begitu saja," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, kontruksi pembunuhan di Sawoo Ponorogo masih berlangsung. Dan membuat beberapa warga sekitar melihatnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim forensik RSUD dr Harjono,  Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Jatim dan Polres Ponorogo terpaksa membongkar paksa makam tanpa identitas yang sempat membuat geger warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dua hari lalu. Hal ini setelah hasil visum RSUD dr Harjono Ponorogo.

Dugaan sementara dari visum Mr X keracunan, tapi jenis racun masih dalam penyelidikan. [mit/but/beritajatim.com]
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: