TNI - Polri Magetan dan Ngawi Lakukan Razia di Perbatasan Jatim - Jateng, Ini Alasannya...

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Menjelang aksi demo Jakarta, Polisi Resor (Polres) Magetan dan Ngawi gelar razia di perbatasan Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).

Bahkan Polres Magetan diback-up personil TNI sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK).

Namun Polres Ngawi lebih dahulu pelaksanaan razia perbatasan Jatim - Jateng ini. Untuk razia perbatasan itu Polres Ngawi hanya menurunkan satu SSK dibantu puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi.

"Razia perbatasan Jatim dan Jateng ini bertujuan sebagai tindakan komunikasi persuasif adanya aksi demo jilid 3 di Jakarta, Jumat (25/11) ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat bisa dikendalikan,"kata Wakil Kepala Polisi Resor (Waka Polres) Ngawi Kompol Soehono kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Rabu (23/11/2016).

Menurut Kompol Soehono, razia yang digelar Polres Ngawi dengan menurunkan satu SSK dibantu puluhan anggota Satpol PP itu juga menghentikan angkutan umum bus dan angkutan pedesaan yang melintas didua titik lokasi yaitu terminal bus Kertonegoro Ngawi dan terminal monumen Soerjo di Mantingan, Kabupaten Ngawi.

"Bila dalam razia itu ditemukan senjata tajam (sajam), Polisi akan telusuri maksud dan kegunaannya. Jika terbukti digunakan untuk hal yang tidak semestinya, akan disita dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi sejauh ini belum ditemukan itu,"kata Waka Polres Ngawi Soehono kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sementara di wilayah hukum Polres Magetan Polisi bergabung dengan personil TNI dan melakukan razia di perbatasan di Dusun Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dengan menurunkan kekuatan sebanyak tiga SSK atau sebanyak 150 personil dan berada dititik perbatasan itu selama 24 jam penuh.

"Razia gabungan di wilayah hukum Magetan mulai 24 November 2016 ini. Polres akan di back-up pasukan dari Resor Madiun dan Ponorogo,"kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Magetan Kompol Juwadi kepada Surya, Rabu (23/11/2016).

Dikatakan Kompol Juwadi, aparat gabungan TNI - Polri itu akan penuh selama 24 jam berada diperbatasan wilayah provinsi, untuk melakukan razia warga pelintas batas yang akan bepergian menuju Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Kita pilih Dusun Ngerong karena letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Magetan. Kalau memilih di perbatasan Cemorosewu, Plaosan, Magetan (Jawa Timur) dan Cemorokandang, Karanganyar (Jawa Tengah), terlalu.jauh. Lagi pula lebih efisien di Ngerong,"jelas Kompol Juwadi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Razia diperbatasan ini, lanjut Kompol Juwadi, sebagai antisipasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang aksi demo jilid IiI di Jakarta, yang sudah dinyatakan tertutup sesuai maklumat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan.

"Salah satu maklumat Kapolda Metro Jaya berisi larangan untuk berbuat makar. Karena semakin dekat aksi demo ini, eskalasi ancaman keamanan semakin nyata. Karena itu, untuk menciptakan situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) diwilayah hukum Magetan, kita lakukan razia di perbatasan wilayah hukum Resor Magetan ini,"tandas Kompol Juwadi.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: