140 Siswa SDN 2 Tugurejo Slahung Belajar di Bawah Kekhawatiran

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG  - Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, merusak sejumlah ruangan di SD Negeri 02 Tugurejo satu pekan terakhir.

Bahkan, satu ruang kelas di sekolah itu tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar siswanya.

Penjaga sekolah SDN 02 Tugurejo, Yudi Purnanto yang ditemui, Senin (5/12/2016), mengatakan, peristiwa tanah gerak di sekolah itu sudah terjadi sejak Kamis (1/12/2016) lalu. Hanya saja, kerusakan yang ditimbulkan masih sedikit.

"Sehari kemudian tanah gerak kembali terjadi hingga membuat dinding rusak hingga lantai merekah. Setidaknya ada tiga ruang kelas dan ruang kepala sekolah serta ruang guru yang rusak karena bencana itu," ujar Yudi.

Yudi menunjukkan kerusakan paling parah yang terjadi pada ruang kelas IV. Lantaran rusak parah, ruang kelas itu tidak bisa digunakan lagi.

"Saat ini ruang itu sudah tidak digunakan, karena takut kalau terjadi sesuatu. Aktivitas belajar mengajar dialihkan ke ruang kelas lain dengan sistem pembagian jam belajar," ungkap Yudi.

Untuk ruang kepala sekolah, lanjut Yudi, juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Lantainya merekah dan menyebabkan keramiknya rusak.

Menurut Yudi, peristiwa tanah gerak ini terjadi setelah hujan yang terus menerus mengguyur wilayah Ponorogo dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tanah yang labil membuat tanah bergerak hingga membuat bangunan sekolah rusak. Padahal, bangunan yang rusak itu baru dibangun tahun 2015.

Kondisi bangunan yang rusak sudah dilaporkan ke Pemkab Ponorogo. Tak hanya itu, UPTD Dinas Pendidikan juga telah melakukan pemantauan langsung di lokasi.

KOMPAS.com
Penulis : Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Editor : Farid Assifa
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: