Bau dan Banyak Lalat Peternakan Ayam di Serangan, Mlarak Diprotes Warga

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MLARAK – Peternakan ayam di Serangan, Mlarak diprotes beberapa warga sekitar lokasi. Lalat dari peternakan tersebut kerap masuk ke rumah warga di tiga desa yang berbatasan langsung dengan lokasi peternakan. Di antaranya Desa Serangan, Suren, dan Mlarak. Terutama, usai lima peternakan yang ada di lokasi tersebut panen. ‘’Sudah sering, ya jadi terbiasa lama kelamaan,’’ ujar Mistri, salah seorang warga setempat.

Menurut Mistri, peternakan di Serangan itu sudah ada sejak lima tahun lalu. Sejak berdiri, warga sempat beberapa kali melakukan protes. Belakangan, warga kembali memprotes peternakan tersebut. Menurut Mistri, jumlah lalat yang masuk ke rumah meningkat saat peternakan ayam rampung panen. Masalahnya, puluhan lalat itu hinggap di makanan-makanan milik warga di rumah. ‘’Untuk soal baunya, tidak ada masalah. Tidak sampai membuat warga terganggu,’’ katanya.

Suroto, warga lainnya, pun merasa demikian. Dia dan warga setempat tidak mempersoalkan pendirian peternakan tersebut. Hanya, ketika usai panen lalat dari peternakan memang masuk ke rumahnya. Dia juga menyadari bahwa lalat tidak terhindarkan dari peternakan ayam. Terlebih, satu kandang bisa berisi hingga ribuan ekor ayam. Hanya, peternak juga perlu membersihkan kandangnya lebih baik lagi. ‘’Peternak katanya biasa membersihkan kandang setiap panen. Kalau kandang kembali diisi ayam, lalatnya kembali ke sana (kandang ternak, Red),’’ ujarnya.

Salah seorang peternak ayam, Sukadi mengatakan, lalat-lalat yang ada di peternakan tersebut sebenarnya lebih banyak dipengaruhi musim buah. Ketika ayam sudah berusia di atas 25 hari, kotoran-kotoran ayam tersebut memang mengundang lalat datang. Namun dia mengklaim kebersihan kandangnya selalu terjaga. Begitu ayam-ayam usai dipanen, kandang langsung dibersihkan. ‘’Untuk kotorannya, kami juga mempersilakan warga untuk mengambil untuk pupuk,’’ terangnya.

Sukadi mengaku mematuhi aturan dalam menjalankan peternakan ayam. Sukadi sudah meminta izin kepada sejumlah warga yang rumahnya berjarak di bawah 100 meter. Soal anjuran kebersihan kandang, Sukadi juga memperhatikan. Dia selalu menyemprot kandang dengan obat-obatan yang sudah ditentukan. Kandangnya juga kerap dicek kesehatannya oleh petugas yang membidangi peternakan. Hasilnya tidak pernah ada masalah. ‘’Kami mematuhi aturan yang ada. Mulai dari SIUP dan HO, semua ada. Yang terpenting, hubungan dengan warga sekitar juga baik,’’ ujar Sukadi. (mg4/irw/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: