Begini Serunya Anak-anak Desa di Ponorogo Mengisi Masa Liburannya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Sejumlah anak Desa Bringinan bermain gobak sodor. Foto : Charolin Pebrianti

PONOROGO --- Memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru, sebanyak 60 anak-anak Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, menghabiskan masa liburannya dengan belajar dan bermain permainan tradisional di Rumah Baca. Di antaranya permainan tradisional gobak sodor, benteng-bentengan, dakon dan enthik.

Permainan gobak sodor bisa dimainkan oleh lebih dari 10 orang pemain. Sebelum memulai permainan ini, anak-anak membuat gambar sebanyak enam kotak persegi panjang dengan menggunakan ranting. Setelah terbentuk, kedua tim melakukan suit untuk menentukan penjaga dan pemain. Terlihat beberapa penjaga menjaga garis, agar tidak dilewati oleh pemain. Dari sisi depan, para pemain juga berusaha menerobos masuk pertahanan penjaga hingga melewati sisi berikutnya.

Jika para pemain berhasil melewati pertahanan para penjaga dan kembali ke titik awal, maka tim pemain berhasil memenangkan permainan ini. Namun, jika tidak berhasil melewati para penjaga, maka para pemain ini dianggap kalah. Dan, rotasi para pemain menjadi penjaga begitu juga sebaliknya.

Bermain dakon. Foto : Charolin Pebrianti


Salah-satu anak, Tyo Prayoga, menjelaskan, permainan ini seru dan menyenangkan. Selain bermain bersama dengan teman-temannya, ia juga harus belajar mengatur strategi agar tidak kalah menghadapi penjaga. “Di Rumah Baca seru, selain bermain dengan teman-teman juga belajar Bahasa Jawa yang diajarkan oleh Pak Barno,” jelasnya, kepada Cendana News, Minggu (25/12/2016).
Menurutnya, dengan belajar Bahasa Jawa ia semakin mengerti dengan bahasa tanah kelahirannya. Sebagai generasi penerus bangsa, ia ingin lebih mempraktikkan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Anak lainnya, Tika Lailatul Sania, menambahkan, dirinya lebih memilih berkumpul bersama teman-temannya di Rumah Baca daripada pergi ke tempat wisata. Di sini ia bebas bermain dan belajar bersama teman-teman sebayanya.

“Di sini biasanya teman-teman berkumpul, jadi seru. Siang hari biasanya kami bermain di sini, kalau malam hari, setiap malam Minggu dan Malam Rabu, Pak Barno selalu mengajarkan kami Bahasa Jawa,” ujarnya.

Selain bermain gobak sodor, beberapa anak juga terlihat bermain dakon. Permainan yang dilakukan oleh dua orang pemain dengan menggunakan biji yang berjalan memutar searah jarum jam. Pemenang ditentukan dari kumpulan biji yang paling banyak dan yang paling sedikit kalah. “Kalau di rumah paling hanya bisa bermain gadget, kalau di sini saya bisa bertemu dengan teman-teman dan bermain bersama,” pungkasnya.

Sumber : cendananews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: