Bus Batal, Pilih Angkot Angkut Pelajar

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Keberadaan angkutan kota (angkot) di Ponorogo segera hilang. Bukan dimuseumkan. Tapi, akan berubah fungsi. Alat transportasi umum tersebut bakal digunakan untuk angkutan pelajar ke sekolah. Wacana itu mengemuka setelah rencana penggunaan bus sekolah dipastikan gagal. Alasannya beragam. Angkutan bus dinilai kelewat mahal. Selain itu, program baru sebatas uji coba. ‘’Sekarang sudah tahap sosialisasi kepada sopir angkot,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo, Junaedi.

Dia mengaku pemanfaatan angkot sebagai sarana transportasi pelajar tersebut sudah hampir pasti. Pun, para sopir sudah menyetujui kendati belum semuanya. Junaedi baru akan mengumpulkan mereka dalam pekan ini. Pemilihan angkot juga lantaran mahalnya biaya operasional bus. Selain itu, belum ada kesepakatan dengan pihak pengelola bus hingga sekarang. Alasan lain lantaran ruas jalan yang melewati sekolah-sekolah tujuan kelewat sempit. Junaedi menambahkan, pendekatan dengan sejumlah pemilik minibus prona juga gagal. Sebab, kebanyakan sudah digunakan sebagai jasa angkutan pelajar di daerah pinggiran. ‘’Keberadaan angkot juga sudah mulai terpinggirkan. Dengan program ini kami berharap angkot menggeliat kembali,’’ imbuhnya.

Kendati begitu bukan berarti masalah usai. Junaedi mengaku jumlah angkot masih kurang. Jumlah idelanya mencapai 33 armada. Namun, hingga saat baru 15 angkot yang terdata bersedia. Namun, Junaedi optimistis kekurangan bakal terpenuhi. Informasi yang didapat sudah lebih dari 20 sopir angkot yang bersedia. Namun, memang belum semua terdata. Kebutuhan armada memang cukup banyak. Sebab, pelajar yang berminat beralih menggunakan kendaraan umum mencapai 415 orang. Jumlah tersebut cukup besar dari sampel awal sebanyak 500 orang. ‘’Jumlah memang belum mencangkup kebutuhan ideal yang mencapai 2.500 pelajar. Pasti akan kami tambah kalau responsnya bagus,’’ ujarnya.

Junaedi menyebut pihaknya juga sudah menentukan trayek angkutan yang diberi nama angkutan cerdas sekolah (ACS) tersebut. Setidaknya ada 15 trayek berbeda. Hampir separo di antaranya melewati Jalan Thamrin. Trayek bakal melayani enam SMP di kawasan kota. Yakni, SMPN 1 hingga SMPN 6. Kendaraan bakal melayani jam masuk dan pulang sekolah. Dia menargetkan program angkutan cerdas tersebut mulai dijalankan awal masuk sekolah Januari mendatang. ‘’Minggu depan kami jadwalkan sosialiasasi ke sekolah-sekolah,’’ jelasnya sembari menyebut dinamakan cerdas agar pelajar dan masyarakat berpikir cerdas menekan penggunaan kendaraan pribadi bagi pelajar di bawah umur. (agi/irw)

Sumber : RadarMadiun.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: