Deklarasi Paguyuban Ponorogo di Berau Berlangsung Meriah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
TANJUNG REDEB – Hujan yang mengguyur Tanjung Redeb tadi malam, tidak menyurutkan antusias masyarakat menyaksikan deklarasi Paguyuban Keluarga Ponorogo Kabupaten Berau yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Senin (12/12).

Deklarasi yang dipusatkan di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, berlangsung meriah meskipun di bawah rintik hujan.

Bupati Ponorogo Acara yang dihadiri oleh unsur-unsur muspida yang ada di kabupaten berau dan dari kabupaten Ponorogo. Antara lain Bupati Kabupaten Berau, Wakil Bupati Kab Berau, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno. Bupati Berau Muharram dan wakilnya Agus Tantomo, serta Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah juga ikut memeriahkan acara. Tak ketinggalan Sekretaris Kabupaten Berau Jonie Marhansyah, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), pimpinan SKPD serta tokoh-tokoh Ikapakarti, juga turut hadir di acara malam tadi.

Kegiatan diisi berbagai acara, seperti suguhan tari Jepen, tarian Dayak, jaranan, hingga Reog Ponorogo. Tak ketinggalan suguhan wayang kulit semalam suntuk yang menjadi acara pamungkas pada deklarasi tersebut.

Ketua Paguyuban Keluarga Ponorogo Aan Wibowo mengatakan, digelarnya deklarasi untuk memperkenalkan paguyuban yang ia pimpin kepada masyarakat Berau.

Dikatakan, keberadaan paguyuban tujuannya untuk menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat, kerukunan antarumat beragama, antarsuku, serta yang utama adalah menjaga keragaman sosial budaya.

“Kami berharap agar dengan berdirinya paguyuban ini, tentu akan mendukung setiap kegiatan Pemerintah Berau untuk masalah sosial budaya, serta peningkatan kebudayaan di wilayah ini,” ujar Aan di sela-sela acara.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, menyambut gembira deklarasi tersebut. Dia berpesan, masyarakat Ponorogo di Berau harus ikut memajukan dan membangun Berau. Selain itu, perkembangan seni Reog Ponorogo yang merupakan warisan dari leluhur bangsa, harus dijaga eksistensinya di Bumi Batiwakkal ini, sebagai bentuk keragaman kesenian Indonesia yang ada di Berau.

“Saya menyaksikan malam ini grup Reog dari Labanan ini cukup baik. Ini menunjukkan bahwa kesenian (Reog, red) cukup berkembang. Ke depan, ini bisa memberikan manfaat dalam rangka pembangunan di Berau, khususnya di bidang pariwisata,” ujar Ipong.

Sementara, Bupati Berau Muharam mengatakan, setiap paguyuban yang ada di Berau merupakan mitra pemerintah. “Kita tahu dalam masing-masing paguyuban itu ada berbagai macam budaya, dan dengan adanya paguyuban ini, mampu melestarikan dan memaksimalkan peran seninya, serta menjadi kekayaan tersendiri yang terdapat di Kabupaten Berau. ujar Muharam.

Paguyuban Ponorogo memiliki anggota sekitar 500 orang. Bagi masyarakat Ponorogo yang belum terdaftar di paguyuban, bisa ikut mendaftar hanya  dengan syarat mematuhi AD/ART. “Siapa saja boleh ikut dalam paguyuban ini,” tutup Aan. (*/arl/sos/udi/prokal.co)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: