Dua Balita Tewas Tergencet

Sponsored Ad

Sponsored Ad
NGAWI – Jalan Raya Ngawi–Mantingan Km 16–17 kembali menelan korban. Dua balita tewas di TKP. Ditambahsatu orang menderita patah tulang kaki kiri. Itusetelah truk Colt Diesel bernopol N 9748 UZ yang ditumpangi ketiganya menumbur bagian belakang truk box tronton H 1460 SH yang sedang terparkir di jalan masuk Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar kemarin (19/12)sekitar pukul 06.00.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Lawu, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini bermula ketika truk N 9748 UZ yang disopiri Nadifi, 36, asal Desa Kepandean Kecamatan Dukuhturi, Tegal, Jawa Tengah melaju dari arah barat ke timur. Dia membawa rombongan keluarga yang mau boyongan pindahan dari Bantul, Jogjakarta menuju Kota Malang. Ada empat orang yang duduk di kursi depan bersama dengan sopir. Yakni dua balita yang meninggal Noval Jati Apake, 5, warga Jalan Sumpil Desa Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan Ferdiansyah Adi Nugroho, 4,5, asal dari Jalan Dewi Sartika, Desa/Kecamatan Bantul, Jogjakarta. Dua lainnya adalah Muzamil, 38, bapak Noval dan Jefry, 8, kakak dari Ferdiansyah.

Sedangkan yang berada di bak truk ada empat orang yaitu Siti Aminah, 56, nenek Noval dan Ferdiansyah, Susanti, 32, istri Muzamil, dan Japar, 1, anak terakhir Susanti. Juga ada Siti Mutfainah, 37, ibu dari Ferdiansyah dan Jefry. Selain membawa muatan orang, truk juga mengangkut perabotan rumah milik Mutfainah yang mau dipindahkan. ‘’Saya melajukan kendaraan tidak kencang. Walau sebetulnya barang yang ada di bak itu ringan saja. Tapi saya mikir kalau ada penumpang orang di bak,’’ ujar Nadifi saat ditemui di pos laka 1, kemarin.

Nadifi menjelaskan, tidak ada masalah dengan kondisi badannya sejak berangkat dari Bantul sekitar pukul 00.00. Namun saat melintas di lokasi kejadian, mendadak terasa mengantuk. Sesaat dia hilang kesadaran dan baru tersadar ketika mengetahui ada truk box tronton H 1460 SH yang diketahui disopiri Slamet Romdhoni, 42, asal Jalan Gembong Sari, Kelurahan Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah terparkir di badan jalan di depannya. Karena jarak sudah berdekatan, dia sudah tidak bisa melakukan pengereman dan banting setir. ‘’Langsung saja bruaak, bodi depan kiri truk menabrak bagian kanan truk box yang parkir,’’ jelasnya.

Saat itu, sepengelihatan Nadifi, ada tiga orang di bangku penumpang yang terjepit dan terluka. Sedangkan dirinya tidak terluka karena jepitan tidak terlalu kuat. Setelah itu, warga berbondong-bondong datang membantu mengeluarkan para penumpang. ‘’Saya tidak ingat siapa, tapi ada yang dibawa ke puskesmas terdekat dan ada yang dibawa ke rumah sakit,’’ imbuhnya.

Nur Rochim, kernet truk box tronton menjelaskan truk terpaksa parkir karena boshpom solarnya terputus. Dirinya dengan kernet lainnya serta sopir harus berhenti untuk memperbaiki. Memang saat itu posisi truk berada di badan jalan. Untuk memberi tanda ke pengendara yang ada di belakangnya, dirinya dan kernet lainnya memberikan isyarat gerakan tangan agar berhati-hati. Sebab saat itu memang tidak pasang segitiga merah. Nah, ketika sedang perbaikan, warga Desa Wringin Jajar, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah itu sempat melihat truk yang dikemudikan Nadifi itu melaju kencang dari arah barat. Namun tidak ada tanda-tanda mau mengurangi kecepatan saat melihat truk parkir. Dirinya yang saat itu posisi berada di belakang truk langsung berpindah ke sisi kiri. ‘’Lalu bruakk.. yang lainnya pada kaget saat tahu truk menabrak bagian belakang, dan bodi depannya ringsek,’’ katanya sambil menyebut jika truk sempat bergerak satu meter akibat disodok dari belakang.

Anggota Satlantas Polres Ngawi Brigadir Polisi Rusmin yang saat itu melakukan olah TKP mengungkapkan, saat dimintai keterangan, Nadifi berterus terang jika mengantuk. Sehingga tidak mengetahui jika searah di depannya ada truk yang berhenti. Ini ditambah dengan kondisi jalan yang menikung dan menanjak. Karena jarak sudah dekat, akhirnya tabrakan tidak terhindarkan. ‘’Akibatnya dua balita MD (meninggal dunia, Red) di lokasi dan satu orang luka berat,’’ katanya sambil menyebut jika masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi.

Dua balita yang MD yakni Noval dibawa ke RSI At Tin Husada dan Ferdiansyah ke Puskesmas Gemarang. Keduanya sama-sama mengalami cidera otak berat (COB). Sebelum akhirnya dipidahkan ke kamar jenazah RSUD dr Soeroto Ngawi. Sedangkan Muzamil yang menderita luka berat patah tulang kaki kiri dirawat intensif di RSI At Tin Husada. Selain itu, bagian depan truk Nadifi hancur akibat menumbur truk box tronton. Kedua truk yang terlibat laka lantas itu langsung diamankan ke pos laka 1.

Ferdiansyah Pakai Jersey Timnas

LAGA final leg kedua Piala AFF Suzuki Cup menjadi pertandingan terakhir yang disaksikan Ferdiansyah Adi Nugroho. Balita berusia 4,5 tahun itu meregang nyawa setelah truk bernopol N 9748 UZ yang ditumpanginya menabrak truk box H 1460 SH yang sedang terparkir di Jalan Raya Ngawi–Mantingan Km 16–17 masuk Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar sekitar pukul 06.00 kemarin (19/12). Bahkan dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) itu, warga asal Jalan Dewi Sartika, Desa/Kecamatan Bantul, Jogjakarta itu mengenakan jersey merah Timnas Indonesia. ‘’Dia memang suka dengan sepak bola. Apalagi timnas Indonesia, waktu final masih menonton,’’ kata Siti Aminah, 56, nenek Ferdiansyah.

Minah –sapaan akrabnya- menerangkan, truk yang ditumpangi merupakan rombongan dari Bantul. Ada dua keluarga dalam truk yang disopiri Nadifi asal Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi, Tegal, Jawa Tengah itu. Keluarga dari Jalan Sumpil, Desa Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yakni Muzamil, 38, dengan Susanti, 32, istrinya, dan kedua anaknya Noval Jati Apake, 5, dan Japar, 1. Sedangkan keluarga lainnya dari Bantul yakni Siti Mutfainah, 37, Jefry, 8, dan Ferdiansyah. ‘’Satunya lagi yang meninggal itu si Noval,’’ ujarnya saat ditemui di RSI At Tin Husada.

Awal mulanya, pihak keluarga dari Kota Malang menghadiri acara 40 hari meninggalnya suami Siti Mutfainah, di Bantul. Mereka berangkat menggunakan truk sewaan. Sebab seusai acara 40 harian, akan kembali ke Kota Malang membawa perabotan rumah. Ya, pihaknya meminta kepada Mutfainah untuk pindahan. Tujuannya agar tidak hidup sendirian sepeninggal suaminya itu. ‘’Kami berangkat dari Bantul sekitar jam 00.00 tadi (kemarin, Red), saat itu Ferdiandsyah memang ingin memakai kaus timnas,‘’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lawu.

Minah menambahkan, selama perjalanan tidak ada tanda-tanda jika akan terjadi laka lantas. Truk juga melaju lancar dan aman, tidak ada tanda-tanda sopir mengantuk. Dirinya pun tidak mengetahui pasti bagaimana kronologis terjadinya laka lantas lantaran sedang tertidur. Pun baru tahu jika truk menabrak ketika terdengar suara ramai orang yang berteriak-teriak minta tolong. ‘’Kami yang ada di dalam bak truk lalu keluar. Saat itu juga baru mengetahui kalau yang duduk di depan terjepit bodi truk,’’ jelasnya.

Terpisah, Nadifi sopir truk mengungkapkan, saat berangkat dari Bantul, Ferdiansyah sebetulnya duduk di bak belakang bersama dengan ibunya. Sekitar pukul 15.00 dirinya berhenti sejenak di daerah sekitar Solo, Jawa Tengah untuk mengecek kondisi truk. Nah, saat itu Ferdiansyah yang masih PAUD meminta pindah tempat. Dia ingin duduk di depan bersama dengan Muzamil, Jefry, dan Noval. ‘’Padahal dia sudah duduk di belakang. Nggak tahu kenapa kok pindah ke depan. Orang tuanya kelihatannya tidak mempermasalahkan,’’ ujarnya. (mg3/ota)

Sumber : Radar Madiun
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: