Jalur Utama Trenggalek-Ponorogo Lumpuh, Batu Raksasa Longsor ke Jalan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Trenggalek - Ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek tertutup total akibat longsor. Akibatnya akses antar kabupaten sekaligus antar provinsi ini tersendat. Saat ini sejumlah alat berat di terjunkan ke lokasi kejaidan untuk mengevakuasi material longsor.

Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman mengatakan, tertutupnya akses jalan utma ini tetjadi sejak Selasa (13/12/2016) sore. Material longsor berupa bebatuan dan tanah sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar 5 meter menutup seluruh badan jalan.

"Kemarin siang itu sempat lonsgsor, kemudian berhasil dibuka beberapa saat, namun kembali terjadi longsor susulan yang lebih besar," katanya kepada detikcom saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (14/12/2016) .

Proses evakuasi material longsor sempat tertunda hingga 16 jam, karena kondisi tebing yang ada di pinggir jalan masih labil dan rawan terjadi longsor susulan.

Donny mengaku, saat ini tiga unit alat berat diterjunkan untuk membersihkan seluruh material longsor. Ditargetkan proses evakuasi material tanah dan bebatuan tersebut akan selesai pada Rabu sore.

"Kalau cuacanya cerah seperti ini, bisa jadi untuk evakuasinya akan lebih cepat, tapi kalau hujan ya bisa tertunda lagi. Yang jelas seluruh tim, mulai dari pemerintah, TNI, Polri akan berusaha semaksimal mungkin agar jalur segera dibuka," ujarnya.

Akibat longsor, antrean kendaraan tampak memanjang hingga 3Km, di sisi Trenggalek maupun Ponorogo. kendataan yang didominasi truk ekspedisi dan mobil pribadi tersebut rata-rata telah menunggu selama lebih dari 15 jam.

"Saya sudah antre mulai jam 7.00 malam, sampai sekarang jam 11.45 WIb masih belum bisa, saat hanya sepeda motor saja diperbolehkan lewat," katanya.

Sementara Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto mengatakan, setelah dilakukan pembersihan selama dua jam, sejumlah material longsor berhasil disisihkan. Namun saat ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

"Untuk kendaraan roda empat sudah sebentar lagi mungkin sudah bisa, hanya saja harus hati-hati sekali, karena masih rawan," ujarnya.

Jalur nasional di kilometer 16 Trengglek-Ponorogo menjadi lokasi paling sering longsor. Selama dua bulan terakhir telah terjadi tanah longsor lebih dari 15 kali. Para pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, karena tebing sepanjang 4 Km, mulai dari Km 15 hingga 18 cukup labil dan rawan terjadi longsor.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: