Jual Elpiji di Atas HET (17 ribu) Dinas INDAKOP Ponorogo Bakal Menindak

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Penyebab beberapa kali melambungnya harga elpiji tiga kilogram atau kemasan melon di bumi reyog ditengarai dampak permainan harga yang dilakukan beberapa oknum. Dinas Indagkop dan UMKM Ponorogo menilai, satu-satunya cara mencegah hal itu adalah dengan memberi peringatan keras kepada mereka yang bermain nakal.

Sejak sebulan ini, upaya pencegahan itu diseriusi dengan mengirimi agen dan pangkalan surat imbauan dari bupati Ipong Muchlissoni. Isi surat tersebut, mengimbau agen dan pangkalan tidak menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi (HET). ‘’Ini untuk melindungi konsumen,’’ ujar Kabid Perdagangan Dinas Indagkop dan UMKM Ponorogo, Winarno.

Winarno menjelaskan, dibuatnya surat tersebut berangkat dari sejumlah temuan tingginya harga elpiji melon di beberapa wilayah. Di tangan konsumen, harga elpiji melon ada yang menembus Rp 22 ribu. Padahal normalnya, HET elpiji melon dipatok Rp 16 ribu. ‘’Pengecer contohnya, kalau mereka terima harga sudah tinggi, tentu kesulitan mendapat untung. Tidak ada pilihan bagi mereka selain menaikkan harga,’’ jelasnya.

Imbauan itu tegas. Namun, Winarno juga menyadari bahwa ada pengaruh jarak dan biaya transportasi yang dirasakan pangkalan dan agen. Maka, pihaknya menoleransi jika agen atau pangkalan mematok harga sedikit lebih tinggi. Misalnya, Rp 17 ribu. Jika ada agen atau pangkalan yang kedapatan mematok harga lebih dari Rp 17 ribu, dinas bakal menindak.

Winarno mengatakan, pihaknya membentuk tim yang secara khusus mengawasi penjualan agen dan pangkalan. Jika tim tersebut menemukan ada oknum yang nakal, akan ditindaklanjuti dengan pemberian surat peringatan. Bahkan Winarno menyatakan timnya telah mengantongi beberapa nama agen atau pangkalan yang ditengarai bermain nakal.

Winarno menyadari, pihaknya tidak punya kuasa menghukum oknum nakal tersebut. Jika oknum nakal itu masih membandel, indgakop akan melayangkan surat kepada pertamina. Pengurangan atau bahkan pemberhentian jatah elpiji itu, bagi Winarno, adalah tindakan tegas yang setimpal dengan praktik nakal mereka. (mg4/irw/Radar Madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: