Komplotan Spesialis Pencuri Kotak Amal Asal Sampung Ponorogo Diringkus Polres Pacitan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
Pemuda spesialis pencurian kotak amal Masjid asal Desa Kecamatan Sampung, Ponorogo, ini tak lagi berkutik saat digiring petugas ke Mapolsek Ngadirojo, Pacitan. Keempatnya diamankan polisi setelah tertangkap tangan mencuri kotak amal masjid di wilayah Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. Foto Sujarismanto,
PACITAN - Empat pemuda asal Ponorogo melakukan aksi perampokan di Masjid Besar Al Mujahidin Ngadirojo Kabupaten Pacitan, Sabtu (24/12/2016). Mereka adalah Muhammad Aziz Mufadi (18), Gagah Priyambodo (20), Agung Susilo (20) dan Imam Efendi (19) yang melakukan perampokan.

Keempatnya adalah warga Desa Karangwaluh, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Dalam aksinya pelaku berinisial IM (Imam) dan MA (Muhamad Aziz) berperan sebagai eksekutor membuka paksa kotak amal serta menguras isi kotak amal. Sementara dua pelaku lain GP (Gagah Priyambodo) dan AS ( Agung Susilo) bertugas mengawasi situasi di halaman masjid.

Menurut AKP Kusnan, Kapolsek Ngadirojo,”kronologi penangkapan keempat tersebut,”berdasarkan laporan warga,  Ahmad Yani warga sekitar masjid AL-Mujahidin Ngadirojo sedang yang  sedang melintas di sekitar masjid. Ahmad Yani (saksi) melihat keempat orang yang tidak dikenalnya sedang membuka kotak amal yang ada di teras Masjid, lalu memindahkan uang yang ada di kotak amal kedalam tas milik salah seorang pelaku, melihat kejadian itu, Ahmad Yani (Saksi) langsung melaporkan ke Polsek Ngadiorojo yang tak jauh dari Masjid AL-Mujahidin.

Polisi langsung mengejar keempat tersangka, melakukan olah TKP, dan memeriksa tas milik salah seorang pelaku. Dalam tas itu diketemukan uang kertas dan uang recehan Total uang Rp 1.160.000.

Berdasarkan pengakuan pelaku aksi pencurian kotak amal ini dilakukan di tiga tempat berbeda. Sebelum tertangkap tangan di wilayah Kecamatan Ngadirojo, pelaku juga beraksi di sebuah masjid di lingkungan Teleng Ria, Pacitan, dan masjid di wilayah Kecamatan Kebonagung.

Saat ini keempat pelaku bersama barang bukti berupa uang tunai sekitar satu juta rupiah dalam berbagai bentuk pecahan, beragam peralatan kunci letter t dan dua unit kendaraan bermotor yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya diamankan di Mapolres Pacitan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Para pelaku yang salah satunya berusia dibawah umur ini dijerat dengan Pasal 363 dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun.
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: