Lagi, Tower Seluler di Magetan Dibangun Tanpa Izin, Ini Akibatnya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN - Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, kembali memasang segel tower seluler milik diduga milik provider mobile-8 (smartfren) di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, yang pembangunannya sudah mencapai 90 persen ini.

Penyegelan yang dilakukan Satpol PP ini seperti tebang pilih. Pasalnya banyak papan iklan baliho berukuran besar tanpa izin dan berada di kawasan steril, diantaranya milik Pemkab Magetan di depan Pasar Baru yang sebelumnya dinyatakan kawasan steril papan iklan, dan baliho raksasa tanpa izin milik toko handphone terbesar di Magetan, berada di areal Polres Magetan.

Kasus itu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat Pemkab Magetan dan DPRD, dengan menghabiskan anggaran milik rakyat mencapai ratusan juta rupiah, sepertinya hanya berlaku untuk swasta dan rakyat kecil yang tidak berdaya. Pasalnya, Satpol PP sebagai penegak Perda dan.penyidik PNS, impoten berhadapan dengan instansi instansi itu.

Disegelnya tower milik provider mobile-8 ini, kesannya seperti terlambat.

Seakan mereka membiarkan hingga tower itu dibangun, baru kemudian di razia ketika bangunan itu hampir rampung atau sepertinya ada negosiasi perizinan tidak deal dan tidak jadi terbit izin kemudian dirazia. Itu juga bukan menjadi rahasia umum.

Terungkapnya kasus Pungli di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Magetan, satu contoh maraknya Pungli perizinan di Magetan, meski sampai hari ini pejabat Pungli di BLH itu belum diberi sanksi oleh Bupati Magetan.

Sehingga Kepala Bidang Penanggulangan Dampak Lingkungan (Kabid PDL) BLH itu masih bebas, dan seakan kasus yang dicari Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pungli ini dibiarkan.

Pelaksana Tower seluler milik provider mobile-8 ini berani membangun karena informasinya perizinan sudah diurus pegawai di komunikasi dan informasi (Kominfo).

Namun Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pemkab Magetan merasa belum pernah menerima berkas permohonan izin tower itu.

Karena memang tidak ada izin, KPPT berkoordinasi dengan Satpol PP setempat untuk memasang segel.

Saat pemasangan segel, tower seluler itu masih proses dibangun, pekerja proyek sempat panik, sebagai sempat lari dan duduk duduk diteras rumah warga setempat.

Namun setelah diberi penjelasan anggota Satpol PP, pekerja itu mengemasi peralatan proyek dan menyudahi pekerjaanya.

"Kami lakukan penyegelan itu karena ada perintah dari KPPT dan Dinas Perhubungan dan Kominfo Magetan kalau tower provider mobile-8 smartfren tidak memiliki izin,"kata Kepala Satpol PP Pemkab Magetan Chanif Triwahyudi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (16/12-2016).

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: