Lunasi Tunggakan Pajak, Pengusaha asal Pacitan Dibebaskan dari Rutan Ponorogo

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Pengusaha asal Pacitan berinisial BW (51) yang disandera oleh Tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II di Rumah Tahanan Negara Klas II-B Ponorogo akhirnya dibebaskan.

Pengusaha distributor pupuk itu dibebaskan setelah melunasi semua tunggakan pajak tahun 2007 senilai Rp 371,28 juta.

"Betul, utang pajak sudah dibayar lunas. Dan wp (wajib pajak) tadi pagi sudah keluar dari rutan Ponorogo," kata Kepala Kantor Pajak Wilayah Ponorogo-Pacitan Aristo Priyo Adi saat dihubungi surya.co.id, Rabu (14/12/2016) sore.

Dineritakan sebelumnya, Tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II menyandera (gijzeling) pengusaha asal Pacitan berinisial BW (51) di Rumah Tahanan Negara Klas II-B Ponorogo, Jawa Timur

Penunggak pajak ini ditangkap di kediamannya di Jalan KS Tubun, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Kamis (8/12/2016) kemarin.

Aris menyebutkan, sebelum dilakukan penyanderaan, yang bersangkutan sudah dua kali mendapat surat peringatan agar segera melunasi tunggakan pajak.

Namun karena tidak ada respons, dan tidak ada itikad baik, pihaknya menyandera BW di Rutan Ponogoro.

"Sesuai aturan, Direktorat Jenderal Pajak dapat menyandera seseorang yang menunggak pajak sekurang-kurangnya Rp 100 juta, paling lama enam bulan," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Aris menjelaskan, penyanderaan dilakukan paling lama enam bulan dan dapat diperpanjang kembali paling lama hingga enam bulan.

Penanggung pajak yang disandera dapat dilepaskan apabila utang pajak dan biaya penagihan pajak sudab dibayar lunas.

"Tapi, rata-rata belum sampai enam bulan mereka sudah melunasinya," katanya.

Dia berharap, penyanderaan wajib pajak (WP) yang menunggak membayarkan pajak ini dapat menjadi contoh dan memberi efek jera bagi pengunggak pajak yang lain.

"Jangan sampai terjadi lagi seprti ini, manfaatkan amnesti pajak tahap dua," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Dia menyebut, di Ponorogo ada ratusan WP yang mendapat surat peringatan paksa, dengan total tunggakan pajak mencapai Rp 24 miliar, dalam lima tahun ini.

Aris mengatakan, dari nilai total tunggakan tersebut, penunggak pajak paling terbanyak berasal dari kalangan pengusaha.

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para penunggak pajak agar segera melunasi kewajiban pajak hingga 31 Maret 2017.

Sumber : surabaya.tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: