Merokok Sembarangan di Madiun Bakal Kena Denda Rp 5 Juta

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Perokok kini tidak lagi bebas ngebul disembarang tempat. Ancaman hukumannya denda Rp 5 juta atau kurungan tiga bulan bagi yang nekat melanggar dikawasan terbatas merokok (KTM). Dinkes Kota Madiun kini mulai menyusun perwali untuk menjelentrehkan Perda 21/2011 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan kawasan terbatas merokok (KTM).

‘’Sesuai pasal 19 di perda itu tentang ketentuan pidana, ancaman kurungannya tiga bulan. Kami tidak main-main untuk mengoptimalkan perda ini. Salah satunya membentuk tim pengawasan menggandeng penegak perda,’’ kata Kadinkes Kota Madiun dr AS Wardani kemarin (4/12).

Danik, sapaan akrabnya, menegaskan tidak ada kata terlambat untuk merancang perwali untuk menindaklanjuti perda yang disahkan sejak lima tahun lalu. Namun ada judicial review terkait beberapa pasal di undang-undang diatasnya. Sehingga, tidak hanya Kota Madiun yang mandek. ‘’Setelah ada keputusan, kami awali lagi untuk merancang perwalinya, dan ini sudah masuk kajian di bagian hukum,’’ tegasnya.

Danik mengatakan KTR meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah,dan angkutan umum. Sedangkan KTM meliputitempat kerja dan tempat umum, kecuali ada tempat khusus untuk merokok.

Agar perda tersebut optimal, kata dia, wali kota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pembinaan dan pengawasan. Mulai penyuluhan kepada masyarakat maupun pemantauan langsung terhadap ketaatan aturan itu. ‘’Ini semangat untuk mewujudkan Kota Madiun yang lebih sehat lagi,’’ ujarnya.

Kata dia, penanggungjawab KTR berkewajiban membuat dan memasang tanda peringatan larangan merokok. Mereka juga wajib menyediakan tempat khusus untuk merokok, membuat dan memasang tanda, petunjuk, dan peringatan larangan merokok. Pun wajib memberikan teguran dan peringatan kepada setiap orang yang melanggar. ‘’Sanksi bagi pelanggar berupa peringatan tertulis, penghentian izin dan denda,’’ tegasnya.

Kata dia, KTR maupun KTM, bertujuan menurunkan angka kesakitan atau kematian yang ditimbulkan rokok dengan merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Selain itu memberikan lingkungan yang bersih dan sehat untuk meningkatkan produktivitas kerja, memberikan perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok.

Pun untuk melindungi kesehatan masyarakat secara umum daridampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung. ‘’Perokok pasif itu lebih berbahaya dari pada yang aktif, menghirup asap rokok yang diisap orang lain termasuk perokok pasif,’’ paparnya.

Kata dia, rokok berbahaya bagi kesehatan manusia. Terdapat lebih dari 4.000 kandungan racun dalam rokok mulai aceton (penghapus cat kuku), cadmium (dipakai pada accu mobil), hydrogencyanade (racun yang untuk hukuman mati), arsenik, benzopyrene (hasil pembakaran bersifat racun), dan phenol (pembersih lantai/desinfektan). ‘’Jadi asap rokok sangat berbahaya.Sekitar 90 persen kematian karena ganguan pernafasan, dan 75 persen kematian karena emphysema, yang disebabkan dampak rokok,’’ jelasnya.

Dia menambahkan fakta rokok berbahaya karena setiap 10 detik satu nyawa melayang akibat asap rokok. Penyakt kanker dan paru-paru menempati persentase tertinggi kematian akibat merokok. ‘’Rokok berbahaya karena kandungan kimianya sangat banyak,’’ ujarnya.

Danik mengatakan ancaman rokok bagi kesehatan cukup tinggi. Namun kesadaran warga Kota Madiun dinilai sudah jempol. Sebab, sudah mulai muncul partisipasi masyarakat menggagas kampung bebas asap rokok di Kelurahan Banjarejo dan Winongo. Mereka konsisten melindungi keluarga dari bahaya asap rokok. ‘’Sekitar lima kampung sudah mulai, bahkan di Banjarejo warga yang merokok di dalam rumah didenda,’’ ungkapnya.

Upaya tersebut bakal terus dipupuk untuk memasalkan gerakan kampung bebas asap rokok se-Kota Madiun, meski diakui tidak mudah. Berbekal indeks pembangunan kesehatan masyarakat rangking enam nasional, ditambah usia harapan hidup 72,19 membuatnya tetap yakin masyarakat Kota Madiun bisa. ‘’Bahkan di youtube, kalau ingin sehat kunjungilah Kota Madiun. Ini bukti warganya antusias diajak sehat,’’ tegasnya. (pra/sat/radar madiun)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: