Pemkab Ponorogo Akan Bangun Kampung dan Museum Reog

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan membangun kampung reog dan museum reog di Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo. Pembangunan itu direncanakan dimulai 2017.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan Pemkab sudah menyiapkan lahan seluas enam hektare di Kelurahan Tambakbayan untuk pembangunan museum dan kampung reog itu. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembangunan itu Rp60 miliar.

Ipong menuturkan pembangunan kampung reog bertujuan melestarikan budaya dan kesenian khas yang ada di kabupaten berjuluk Kota Reog ini. “Pembangunan kampung reog dan museum reog ini memang sudah menjadi cita-cita kami,” ujar Ipong akhir pekan lalu.

Berbagai hal yang berkaitan dengan pertunjukan seni reog akan ditampilkan di kampung reog. Dia menyebutkan di kampung reog akan ada pengrajin yang membuat reog, aksesori reog, gamelan, dan lainnya. “Jadi, seluruh proses pembuatan perlengkapan seni reog akan ada di kampung reog,” jelas dia.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun panggung pertunjukan seni reog di kampung tersebut. Pembangunan panggung ini supaya pengunjung bisa setiap saat melihat pertunjukan seni reog.

“Seperti di Bali, kan ada tu panggung untuk pertunjukan seni tari barong, yang bisa setiap saat dinikmati wisatawan,” jelas Ipong.

Sedangkan untuk museum reog akan dibangun di dalam kampung reog yang berisikan berbagai informasi mengenai sejarah dan perkembangan reog. Seperti periodesasi seni reog, mulai dari zaman sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan, tahun 1970-an, dan tahun 1990-an.

Menurut dia, kesenian reog pada tahun ini berbeda dari kesenian reog tahun 1970-an. Kalau pertunjukan reog tahun 1970-an itu hanya berbentuk objek dan tidak ada koreografi yang tertata rapi dan indah seperti sekarang. “Nanti di museum itu, cerita reog itu akan divisualkan dan ditata seindah mungkin,” jelas Ipong.

Di kampung reog tersebut juga akan ada outlet-outlet untuk menampilkan berbagai produk khas Ponorogo, baik kuliner dan aksesori. Sehingga, pengunjung yang datang ke kampung reog tidak hanya melihat kesenian reog, tetapi juga bisa berbelanja oleh-oleh.

Sumber : madiunpos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: