Sepeda Antik Humber Seharga Rp 6 Juta Cuma Dijual Rp 1,1 Juta, Ternyata. . .

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Terdesak kebutuhan membayar biaya kuliah dan skripsi, AS (23), mahasiswa semester tujuh, perguruan tinggi di Kota Ponorogo nekat mencuri dua sepeda milik tetangganya.

Warga Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi itu ditangkap anggota reskrim Polsek Siman saat menjual sepeda curiannya yang kedua, Sabtu (3/12) kemarin.

"Kami menangkap AS saat menjual hasil sepeda gunung curiannya di tukang bengkel sepeda di wilayah Kecamatan Babadan, " kata Kapolsek Siman, AKP Haryo Kusbintoro, saat dihubungi, Senin (5/12/2016).

Haryo menuturkan, ayah satu anak ini awalnya mencuri sepeda onthel antik merek Humber milik tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakannya di Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Sepeda hasil curiannya itu, selanjutnya dijual dengan harga Rp 1,1 juta ke sebuah bengkel sepeda. Padahal, di pasaran harga sepeda antik itu bisa mencapai Rp 6 juta.

Karena dijual dengan harga murah, tukang bengkel sepeda yang membeli sepeda curian tersangka curiga dan menginformasikan kepada aparat kepolisian.

Selang beberapa hari setelah menjual hasil curiannya yang pertama, pelaku datang lagi dengan membawa sepeda merek Polygon. Sepeda gunung seharga Rp 2,7 juta ini dijual dengan harga Rp 1 juta.

"Pembelinya sudah kami calling, nanti kalau pelaku menjual lagi, agar melapor. Setelah kami kondisikan, saat akan menjual hasil curiannya yang kedua ini, pelaku kami tangkap," katanya.
Saat ditanya bukti pembelian atau bukti kepemilikan, pelaku tidak dapat menunjukan. Akhirnya, pelaku digelandang ke polsek dan mengakui perbuatannya.

Setelah diperiksa penyidik, AS mengaku sudah dua kali melakoni pencurian sepeda untuk biaya kuliah dan skrispsi.

"Pengakuannya memang terpaksa mencuri karena membutuhkan biaya untuk kuliah dan skripsi," katanya.

Menurut Haryo, tersangka masih tergolong amatiran. Dalan aksinya, pelaku beraksi sendirian.
Modusnya, tersangka mencuri sepeda gunung yang tidak dikunci pemiliknya dan menuntunnya sambil mengendarai motor.

"Setelah mendapatkan sepedanya, tersangka menuntun dengan membawa sepeda motor scoppy. Kalau ada orang bertanya, tersangka berdalih sepedanya sedang rusak," katanya.
Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.
"Saat ini tersangka sudah kami tahan dan dititipkan di Mapolres Ponorogo. Tersangka dikenakan tuduhan pasal 362 KUHP pencurian biasa yang diancam hukuman maksimal lima tahun penjara," tutur Haryo.

Haryo menambahkan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Ngawi untuk mencari tahu apakah, pelaku sudah pernah melakukan tindakan kriminal sebelumnya.
"Kami akan koordinasikan dengan Reskrim Ngawi," imbuhnya. (SURYA.co.id)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: