Apes... Transaksi Barang Curian Di Facebook, Pelajar SMK Asal Madiun Ditangkap Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Dengan berselancar di dunia media sosial (medsos) memang banyak manfaat yang didapat. Jika sebaliknya, menggunakan medsos untuk kejahatan pasti berakhir di meja hukum. Seperti yang dirasakan AE (17) warga Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Madiun, dirinya harus berurusan dengan petugas kepolisian setelah terlibat transaksi barang hasil kejahatan di facebook.

“Saudara AE ini yang masih tercatat sebagai pelajar disalah satu SMK di Kota Madiun telah terlibat penadahan sepeda motor hasil curian. Sepeda motor yang didapat itu setelah adanya transaksi dengan pihak lain melalui facebook,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Andy Purnomo, Senin (09/01).

Aksi kejahatan terbilang ala baru ini bermula saat AE yang tercatat sebagai pelajar salah satu SMK di Kota Madiun memposting foto satu unit sepeda motor jenis Honda GL-100 miliknya di grup jual beli facebook dengan diberi keterangan ‘GOLEK IJOLAN STNK TOK MENAWI COCOK’. Selang beberapa saat postingan AE ini langsung ditanggapi pemilik akun facebook berinisial BR dengan memposting foto sepeda motor jenis Yamaha Jupiter MX warna biru hitam ditambah keterangan ‘AMBEK IKI MAS’.

Kemudian antara AE dan BR terjadi kesepakatan lewat facebook yang diteruskan saling tukar barang sepeda motor melalui pertemuan langsung. Sekitar pukul 20.00 WIB pada bulan November 2016 tahun lalu AE dan BR melakukan pertemuan di jalan ring road masuk Kecamatan Mangunharjo, Madiun. Ditempat inilah, AE menukarkan sepeda motor jenis Honda GL-100 tanpa surat-surat dengan Yamaha Jupiter MX nopol AE 2144 ME yang dibawa BR dengan kondisi sama yakni tanpa disertai surat kepemilikan yakni STNK.

Dari facebook ini kejahatan yang dilakukan keduanya mulai terungkap, ternyata sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang ditukarkan dengan Honda GL-100 tersebut hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Menyusul Roni Harsanto (42) petugas Perhutani TPK Banjarejo, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Ngawi, melihat postingan foto sepeda motornya yang pernah di curi maling pada Senin 07 November 2016 sekitar pukul 05.30 WIB.

“Setelah diyakini sepeda motor itu miliknya maka korban ini langsung lapor ke petugas Polsek Pitu dan akhirnya bisa kita ungkap. Untuk BR sendiri posisinya saat ini tengah menjalani proses hukum dengan jajaran Polres lainya dengan kasus kejahatan yang sama,” urai AKP Andy Purnomo.

Jelasnya lagi, mengingat AE selaku pihak terlapor masih dibawah usia maka yang bersangkutan tidak ditahan melainkan harus wajib lapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi dengan waktu yang sudah ditentukan. Kendati demikian dipastikan AE akan dikenai sangsi hukum sesuai Pasal 480 ayat 1 KUHP tentang penadahan dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun. (pr)

Sumber : siagaindonesia.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: