Asyiknya Pelesir di Desa Wisata Brumbun Madiun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Desa Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat ini dikenal dengan sebutan desa wisata. Di desa ini, beberapa potensi alam disulap menjadi objek wisata yang menarik dan menantang adrenalin pengunjung.

Wahana yang disediakan di Desa Wisata Brumbun ini antara lain tubing, body rafting, air terjun, bermain air di sungai, rumah pohon, dan area outbond.

Sebelum dikonsep sebagai desa wisata, desa ini hanya seperti desa pada umumnya yang tidak pernah dikunjungi wisawatan. Sungai dan potensi alam yang ada di desa itu hanya dimanfaatkan untuk sekadar mandi dan mencuci.
Sejumlah wisatawan menikmati suasana di Desa Wisata Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, akhir pekan lalu. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Namun, di tangan beberapa anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Brumbun, potensi wisata itu ditata dan dikonsep sedemikian rupa hingga menjadi desa wisata yang layak dikunjungi.

Bagi Ahmad Suroya, salah seorang pengelola Desa Wisata Brumbun, penataan desa tersebut menjadi awal pertumbuhan perekonomian bagi warga di Desa Brumbun. Penataan Brumbun menjadi desa wisata ternyata berdampak secara beriringan dengan pertumbuhan ekonomi warga.

Suroya menceritakan awal mula pembangunan desa wisata ini dari anggota Karang Taruna desa setempat melakukan kunjungan di salah satu desa wisata yang ada di Yogyakarta. Dari kunjungan tersebut, dia melihat bahwa potensi desa bisa dikembangkan menjadi tempat wisata yang menarik.

“Kami melihat desa di Yogyakarta itu, padahal potensinya tidak sebagus Desa Brumbun. Tapi mereka bisa mengelola desa itu dengan baik. Dari situ kami bertekad untuk menjadikan Brumbun sebagai desa wisata,” ujar dia kepada Madiunpos.com di Desa Brumbun, akhir pekan lalu.
Tubing di Desa Wisata Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Sepulangnya dari Yogyakarta, ia bersama tim Karang Taruna desa berkumpul dan langsung mengonsep wisata yang cocok untuk diterapkan di Desa Brumbun. Alhasil, pada bulan Juli 2016, mereka melaunching Desa Wisata Brumbun dengan wisata utama di sungai Brumbun.

Sungai yang alirannya lancar dan kiri kanannya terhampar tanaman padi nan hijau menghiasi lokasi sungai yang digunakan untuk wisata tubing, yaitu wisata menggunakan ban dan mengalir di air dengan aliran yang cukup tenang.

Tubing ini bisa dinikmati berbagai kalangan usia, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Tarif untuk menikmati sensasi berseluncur dan bermain air ini Rp15.000/orang.

Selain tubing, ada wisata body rafting di sungai Brumbun yang sungainya cukup lebar dengan aliran deras dengan penuh bebatuan. Untuk body rafting ini khusus bagi pengunjung yang punya nyali karena aliran sungainya sangat curam. Untuk menikmati wahana ini, wisatawan dikenai tarif Rp25.000/orang.

Wisatawan bersantai di Desa Wisata Brumbun, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)


“Kalau untuk body rafting tidak bisa dilakukan setiap saat karena harus melihat debit air di sungai itu. kalau debitnya sedikit tentu akan sulit untuk digunakan body rafting,” jelas dia.

Setelah lelah melakukan tubing atau body rafting, pengunjung bisa beristirahat di tempat istirahat yang disediakan pengelola di pinggir sungai. Sambil menikmati hidangan makanan dan minuman, pengunjung bisa melihat hijaunya tanaman padi yang ada di pinggir sungai.

Pengembangan desa wisata ini, kata Suroya, berdampak pada perekonomian warga setempat. Dari kegiatan wisata itu bisa menghasilkan omzet hingga Rp50 juta per bulan. Selain itu, ekonomi warga setempat juga berdampak. Warga mulai berjualan makanan dan suvenir untuk dibawa sebagai buah tangan.

Ke depannya, sejumlah fasilitas di desa wisata itu akan semakin ditingkatkan dan lokasi-lokasi yang butuh perbaikan akan diperbaiki. “Ini potensi yang sangat bermanfaat bagi warga, dengan penghasilan yang ada, kami mencoba sedikit demi sedikit memperbaiki fasilitas wisata di lokasi itu,” terang dia.

Sumber : madiunpos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: