Banyak Pelajar SMP Pakai Motor, Ini Rencana Satlantas Polres Madiun Kota Selanjutnya

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Satlantas Polres Madiun Kota akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Madiun untuk menertibkan sejumlah tempat parkir di sekitar sekolah SMP di wilayah Kota Madiun.

Sebab, tempat parkir yang dikelola oleh warga di sekitar sekolah itu menjadi tempat penitipan sepeda motor bagi para pelajar SMP yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM.

Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Purwanto Sigit Raharjo usai melakukan sosialisasi larangan penggunaan sepeda motor ke sekolah bagi pelajar di bawah umur, di SMPN 1 Jiwan.

"Jangka panjangnya kami akan koordinasi dengan Dishub dan Satpol-PP terkait penertiban parkir motor di rumah warga di sekitar sekolah," kata saat ditemui, Jumat (20/1/2017) pagi.

Meski demikian, saat ini Satlantas Polres Madiun Kota baru melaksanakan langkah atau rencana jangka pendek, yakni melakukan sosialisasi ke sekolah dan berkomunikasi dengan guru.

Hari itu, ia dan anggota Satlantas Polres Madiun Kota melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah di wilayah hukum Kota Madiun. Di antaranya SMPN 14, SMPN 11, SMPN 12 dan SMPN Jiwan.

"Memang permasalahaan ini banyak. Yang jelas kami mempunyai rencana jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru," tegasnya.

Dikatakan Sigit, pelanggaran lalu-lintas di kalangan pelajar di Kota Madiun cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, pada 2016 perkara kecelakaan lalu-lintas melibatkan pelajar sebanyak 114 peristiwa dengan jumlah pelaku sebanyak 62 pelajar.

Namun, Sigit tidak merinci berapa banyak korban meninggal akibat kecelakaan selama 2016 yang melibatkan pelajar. "Ada yang luka berat, luka ringan, dan meninggal," jelasnya.

Oleh sebab itu, Sigit mengimbau kepada para pelajar di bawah umur agar tidak mengendarai motor ke sekolah. Begitu juga dengan orangtua agar tidak mengizinkan atau memfasilitasi anaknya.

Kedepan, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Pemkot Madiun, agar menyediakan sarana transportasi khusus atau angkutan bagi para pelajar di bawah umur.

Wakil Kepala SMPN 1 Jiwan, Isa Nurchasanah, juga mengeluhkan banyaknya siswa yang mengendarai motor ke sekolah. Untuk mengelabuhi guru, siswa sengaja memarkir motor di warung di sekitar sekolah.

"Banyak yang masih pakai motor ke sekolah, meski dilarang. Mereka menitipkan motor ke warung-warung di sekitar sekolah," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Senada juga dikatakan Kepala SMPN 14 Kota Madiun, Suprayogi. Pihaknya sudah melarang dan melakukan sosialisasi kepada orangtua murid.

Namun, tetap saja masih banyak siswa yang membawa motor ke sekolah dan menitipkannya di warung milik warga di sekitar sekolah.

"Ada warga di sekitar sini sekolah yang menyediakan tempat parkir. Itu repotnya," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Menurutnya, seharusnya pihak Polresta atau polsek setempat dapat bekerjasama dengan dishub dan juga Satpol-PP, untuk nenertibkan warga yang menyediakan parkir bagi pelajar di bawah umur di sekitar sekolah.

Suprayogi berharap kedepan, Pemkot Madiun dapat menyediakan transportasi khusu bagi pelajar.

"Saya kira perlu sekali, supaya anak yang masih di bawah umur tidak membawa motor. Supaya aman bagi dirinya dan orang lain. Itu sangat perlu, sukur-sukur gratis," katanya.

Sumber : surabaya.tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: