Beli Beras 25 Kg dengan Uang Palsu, Kuli Bangunan Warga Purbosuman Ini Ditangkap Polisi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO — Aparat Unit Reskrim Polsek Babadan, Kabupaten Ponorogo, menangkap seorang kuli bangunan bernama Supeno, 51, setelah pelaku membeli beras di salah satu toko di Babadan dengan menggunakan uang palsu. Supeno merupakan warga Kelurahan Purbosuman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Kapolsek Babadan, AKP Nyoto, mengatakan Supeno awalnya datang ke toko milik korban dan membeli beras 25 kilogram seharga Rp195.000 pada Selasa (9/8/2016) sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku memberikan uang Rp100.000 sebanyak dua lembar kepada korban.

Korban yang tidak curiga atas uang yang diberikan pelaku pun menerimanya dan memberikan kembaliannya Rp5.000 kepada pelaku. “Setelah pelaku pergi dan korban menerima dua lembar uang itu, korban baru mencurigai dua lembar uang itu. Korban kemudian melaporkan hal itu kepada petugas Polsek Babadan,” kata dia kepada wartawan, Kamis (5/1/2017).

Nyoto menuturkan polisi yang diberi informasi itu langsung mengecek keaslian uang iti dan ternyata memang benar bahwa dua lembar uang itu palsu. Uang tersebut juga luntur warnanya saat dimasukkan ke dalam air.

Atas laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang saat itu sedang membelanjakan uang palsunya di salah satu toko lainnya, Selasa (3/1/2017). “Laporan kasus itu sudah masuk pada awal Desember 2016. Petugas baru menangkap pelaku pada Selasa saat berbelanja,” ujar Nyoto.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, pelaku mendapat uang palsu tersebut dari seseorang bernama Maryono, warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Saat ini Maryono sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Trenggalek dan ditahan di Rutan Trenggalek atas kasus peredaran uang palsu.

Saat itu pelaku menjual sepeda motor bekas yang kondisinya rusak kepada Maryono seharga Rp2 juta. Maryono membayar sepeda motor rusak dari pelaku dengan uanh palsu sesuai kesepakatan. Pelaku Supeno sebenarnya sudah mengetahui bahwa uang yang diberikan kepadanya adalah uang palsu.

“Pelaku sudah tahu kalau itu uang palsu. Karena harga normal sepeda motornya hanya Rp700.000-Rp800.000 saja. Sedangkan kalau dibayar pakai uang palsu sepeda motornya dinilai Rp2 juta. Pelaku lebih memilih uang palsu Rp2 juta,” kata dia.

Lebih lanjut, dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp500.000 yang merupakan sisa dari uang palsu Rp2 juta. Sedangkan yang lain sudah dibelanjakan pelaku untuk membeli berbagai hal.

Sumber : Madiunpos
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: