Meskipun Terganggu Penglihatannya, Wanita Tua dari Ponorogo Ini Nekat Panjat Pohon Jati Demi Sesuap Nasi

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Saat netizen datang, wanita tua dari Sidowayah, Ponorogo, Jawa Timur, ini harus dipapah agar bisa diajak berobat.Tempat tinggalnya cukup jauh dari jalan yang bisa dilalui kendaraan, sehingga harus ditempuh dengan jalan kaki untuk membawanya ke dokter.
Mbah Temu dari Ponorogo, Jawa Timur, hanya mengandalkan mencari daun jati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun terganggu penglihatannya, tetapi ia nekat memanjat pohon jati.

Wanita itu bernama Temu, yang sehari-harinya mencari daun jati demi sesuap nasi. Ceritanya sudah banyak dibicarakan sejak beberapa tahun lalu dan saat ini menjadi viral di jagat maya.

Selain di Info Cegatan Wilayah Ponorogo, kisah soal Temu juga dibagikan di grup Komunikasi Peduli Sosial.

Seperti dikutip dari postingan Kusumae Arie di grup tersebut, Temu hanya mengandalkan mencari daun jati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun penglihatannya terganggu, ia tetap nekat memanjat pohon jati. Sebenarnya, ia memiliki seorang anak, tetapi juga mengalami keterbelakangan mental.

Temu juga masih memiliki seorang ibu yang menderita stroke.

Berikut postingan yang dibagikan Kusumae di grup Komunikasi Peduli Sosial.

"Copas dari ICWP, sang nenek pemanjat pohon jati. Sabotase jalor bentar. Ini adalah nenek Temu dari Sidowayah.

Kronologi kehidupannya setiap hari adalah sebagai pencari daun jati dengan keadaan yang maaf buta.

Dia memanjat pohon jati demi sesuap nasi agar dia dan anak semata wayangnya tidak kelaparan. Dan yang lebih ironisnya lagi, anaknya itu maaf ganguan jiwa. Alhamdulillah kemaren saya dan dulor lainnya mendatangi tempat kediamannya mbah Temu untuk membawa berobat ke tempat dr Gogot spesialis mata.

Semua itu butuh perjuangan karena medan atau akses jalan sangat parah. Membutuhkan waktu -+ 20-30 menit untuk nyampek kediamannya. Tapi itu bukan halangan buat kami dan kami bisa membawa mbah Temu berobat dan moga-moga penglihatannya bisa sembuh sebagaimana mestinya.

Buat dulor-dulor ICWP-ers yang terketuk hatinya, sudikiranya untuk ulurkan tangannya agar beban hidupnya berkurang. Dalam perjalanan pulang di sana kita jumpai seorang nenek yang usianya -+ 115 thn (keterangan dari warga setempat) dengan keadaan sakit stroke. Lebih mirisnya lagi dia adalah ibu dari mbah Temu.

Moga dulor-dulor yang tersentuh hatinya, mau menyisihkan sedikit hartanya, bisa jadi meringankan hidupnya."

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kusumae menuturkan bahwa Temu didiagnosa dokter mengalami glaukoma akut.

Menurutnya, sudah banyak bantuan dari media sosial yang diberikan untuk mbah Temu, tetapi belum ada yang mengusahakan untuk penyembuhan matanya.

Sedangkan ibu Temu yang menderita stroke tinggal bersama anggota keluarga lain, tak jauh dari rumahnya.

"Makanya kemarin kita mengondisikan dengan teman-teman kemudian berkomunikasi dengan dokter Gogot akirnya kemarin kita bawa ke klinik dan untuk sementara kata dokter Gogot diobati dulu," kata Kusumae.

Seperti dikutip dari situs nei.nih.gov, glaukoma ada sekelompok penyakit yang merusak saraf optik mata.

Bila tidak segera ditangani, maka dapat merusak penglihatan dan bahkan mengakibatkan kebutaan. (*)

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: