Mi Instan Tiongkok Resahkan Warga Magetan

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MAGETAN – Sejumlah warga Magetan sejak beberapa hari terakhir resah. Pemicunya, beredar luas mi instan impor tanpa label halal. Produk bermerk Shin Ramyun itu sudah merambah minimarket beberapa wilayah setempat. ‘’Tidak sengaja waktu saya cek ternyata nggak ada logo halal di kemasannya,’’ kata warga yang enggan namanya dikorankan, kemarin (22/).

Menurut warga Kecamatan Takeran itu, meski tidak ada label halal, komposisi bahannya sejatinya tidak ada yang mencurigakan. Keterangan komposisi bertuliskan bahasa Inggris dan Indonesia pada kemasan tidak menyebutkan jika ada kandungan zat yang haram. Namun, di bagian lain kemasan terdapat keterangan bertuliskan bahasa asing. ‘’Nggak tahu artinya apa,’’ ujarnya.


Penelusuran Jawa Pos Radar Magetan, produk mi instan kemasan warna merah-hitam itu tersedia di sejumlah minimarket wilayah kota, Kecamatan Kawedanan, dan Parang. Beberapa minimarket ada yang menjual dua kemasan sekaligus dengan bungkus plastik dan berbentuk gelas.

Mi instan buatan Tiongkok tersebut berada di rak bersama produk-produk sejenis. Bedanya, pada produk lain tertera logo halal warna hitam atau hijau yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sedangkan ketika dibeli seharga Rp 9.700.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Rahmad Edi mengaku masih akan melakukan pengecekan ke lapangan. Pihaknya ingin memastikan seperti apa kondisi kemasan mi tanpa label halal tersebut. Begitu juga minimarket mana saja yang menjualnya.

Menurut dia, jika memang produk impor, pihak minimarket tidak mengkin mengambil sendiri. Melainkan dipasok distributor. ‘’Akan kami telusuri terlebih dulu, sudah diuji apa belum produknya itu. Akan kami cek juga distributornya,’’ janjinya.

Rahmad mengatakan, sesuai aturan, logo halal dari MUI wajib dicantumkan pada produk makanan dan minuman. Namun, ada beberapa industri kecil yang mengabaikan ketentuan itu. ‘’Untuk temuan mi instan yang tidak ada logo halalnya ini, kami coba cek dan pastikan dulu. Kami akan koordinasi dengan instansi terkait, karena ini kaitannya dengan keamanan dan perlindungan konsumen,’’ tegasnya. (mg3/isd)

Sumber  radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: