Pamit Pergi Belajar, Pelajar 14 Tahun Di Madiun Ini Malah Diajak ke Gubuk Tengah Sawah, yang Terjadi. . .

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN - Seorang pengangguran, bernama Nur Cahyono (20) nekat mencabuli gadis pujaan hatinya berinsial Rdr (14), warga Kabupaten Madiun.

Nur yang tercatat sebagai warga Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun berkenalan dengan Rdr yang masih berstatus pelajar kelas VIII SMP di Madiun, melalui aplikasi pesan, blackberry mesengger (bbm).

“Perkenalan mereka melalui bbm. Jadi tersangka mencari pin bbm korban lalu menginvitenya,” kata Paur Humas Polres Madiun Kota, Aiptu Mashudi, Senin (16/1/2017) siang.

Setelah berkenalan, tersangka mengajak bertemu di sebuah warung. Hingga akhirnya pada Selasa (3/1/2017), mereka berpacaran.


“Pada pertemuan pertama hanya sebatas perkenalan saja. Kemudian pertemuan yang kedua, berlanjut dengan kejadian tersebut,” jelasnya.

Kemudian, sehari setelahnya pada Rabu (4/1/ 2017) sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka mengajak jalan-jalan.

Kepada orangtua korban, korban berpamitan untuk pergi belajar di rumah kakeknya.

Namun, ternyata korban diajak tersangka ke sebuah gubuk di tengah sawah di Jalan Sedoro, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Di tempat yang gelap dan sepi itu, tersangka merayu korban agar mau melakukan hubungan badan.

Tersangka mengancam akan mengakhiri hubungan mereka, apabila korban tidak menurut.

“Kalau nggak nurut, nanti diputusin,” kata Mashudi berdasarkan pengakuan tersangka.

Setelah itu, tersangka mengantar korban pulang, sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban diturunkan di sebuah jalan tak jauh dari rumah kakek korban.

Ternyata orangtua korban melihat pelaku saat menurunkan anak gadisnya di tengah jalan.

Merasa curiga, orangtua korban menghampiri teesangka dan meminta identitas tersangka.

Setelah itu, orangtua korban menanyai korban apa saja yang baru saja dilakukan korban bersama tersangka. Korban akhirnya berterus terang.

“Tidak terima anak gadisnya dicabuli, orangtua korban kemudian melapor ke polisi,” jelasnya.

Saat diperiksa, di KTP tersangka tertulis berstatus mahasiswa. Sementara, kepada korban, tersangka mengaku masih berstatus sebagai pelajar SMK.

Padahal, status tersangka hanyalah pengangguran. “Status mahasiswa itu hanya di KTP saja, sebenarnya dia penganguran,” imbuh Mashudi.

Saat ditanya, apa alasannya mencabuli pacarnya, Nur Cahyono mengaku mengaku mencabuli karena sayang kepada pacarnya.

“Saya sayang, saya siap bertanggungjawab,” katan Nur Cahyono sambil menunduk.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 76D JO Pasal 81 UU RI no 35 tahun 2014 tentang tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: