Perajin Bambu di Ponorogo Berharap Perhatian Pemerintah

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO --- Bambu atau yang di Jawa disebut pring, memiliki berbagai kegunaan. Antara lain sebagai bahan membuat kandang ayam, tangga, dinding anyaman bambu, pagar dan lain sebagainya. Di Ponorogo, tepatnya di Jalan Gatot Kaca, Kecamatan Ponorogo, yang merupakan sentra pembuatan kerajinan berbahan dasar bambu, beragam kerajinan unik berbahan bambu bisa ditemui.


Salah-satu perajin bambu, Danus (30), sudah menekuni usaha kerajinan bambu sejak tahun 1990-an bersama kakaknya dan menjalankan bisnisnya secara mandiri. Bambu yang digunakannya untuk membuat kerajinan adalah jenis apus. “Pring apus jadi pilihan karena bambunya memiliki tekstur lunak dan mudah dibentuk tapi awet,” jelasnya, kepada Cendana News, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (7/1/2017).

Bapak dua orang anak ini menjelaskan, usahanya kini berjalan pelan namun pasti, tidak seperti awal-awal membuka usaha yang masih sangat sedikit pesanan. “Istilahnya getok tular, dari mulut ke mulut promosinya, alhamdulilah sekarang lumayan ada yang pesan terus,” ujarnya.

Ia yang awalnya pengangguran, tergerak menggeluti usaha kerajinan bambu ini karena ajakan sang kakak. “Belajarnya dari kakak, terus lama-lama bisa, ditekuni sampai sekarang,” imbuhnya.



Danus mengaku, pesanan paling banyak datang saat bulan suci Ramadhan, banyak pemesan yang memesan kandang ayam darinya. Satu kandang ayam dihargai Rp. 70-90.000, tergantung besar ukuran yang diminta. Sedangkan dinding bambu dihargai Rp. 28.000 per meter, tangga dihargai Rp. 90-100.000 tergantung panjangnya.
“Sesek per lembar delapan puluh ribu rupiah dan reng per bengkak dihargai delapan belas ribu rupiah,” jelasnya.

Dalam waktu enam hari, Danus mampu menyelesaikan semua kerajinan bambu itu, seperti sesek, reng, tangga, kandang ayam dan dinding anyaman bambu. Namun, kini ia mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku pring apus yang biasa digunakannya. “Sekarang harus pesan dua minggu sebelumnya, itu pun adanya dari Pacitan, Jawa Timur,” tandasnya.

Danus pun berharap, dengan banyaknya perajin bambu di kampungnya, ada sedikit perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, entah bantuan secara materi atau pelatihan demi meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. “Di sini kan banyak perajin bambu, harapannya ya bisa jadi kampung pengrajin bambu,” pungkasnya.

Charolin Pebrianti / cendananews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: