Salah Tangkap, Perempuan Dipukuli dan Diikat di Pohon Hingga Tewas Akibat Semut Beracun

Sponsored Ad

Sponsored Ad
BOLIVIA - Seorang perempuan tewas seusai dipukuli kemudian diikat di pohon yang dipenuhi oleh semut beracun. Mereka ditangkap oleh massa yang belakangan diketahui bahwa mereka salah tangkap mengira perempuan itu, dan dua anaknya merupakan pelaku pencurian kendaraan. Adapun peristiwa ini terjadi di sebuah kawasan pedesaan di Caranavi, sekitar 160 kilometer dari La Paz, Bolivia.

Sebagaimana dilansir Kantor Berita Bolovia, ANF, Rabu (4/1/2017) perempuan itu ditangkap bersama dengan dua orang anaknya yang masing-masing berusia 22 tahun dan 28 tahun. Massa mengira bahwa mereka merupakan pelaku kejahatan pencurian kendaraan di daerah tersebut. Tanpa ampun ketiganya dipukuli oleh massa. Kemudian mereka diikat di sebuah pohon dalam kondisi mata ditutup.

Nahasnya, di pohon tersebut terdapat ribuan semut merah beracun yang tanpa ampun menggigit mereka menyuntikan racun.

Polisi yang datang ke lokasi sebenarnya sudah berhasil menyelamatkan mereka dari amukan massa yang lebih parah. Namun, perempuan berusia 52 tahun tersebut akhirnya tewas di rumah sakit. Menurut keterangan tim medis, ia meninggal akibat gigitan semut beracun.

"Ibu mereka meninggal akibat kegagalan pernafasan, ini kemungkinan akibat gigitan semut di sekitar trachea, yang menyebabkan inflamasi dan menghentikan pernafasan," jelas kuasa hukum korban, Roxana Bustillos.

Sementara kedua anak perempuan itu masih dalam perawatan tim medis.

Sementara itu, kepada polisi mereka bersikeras bahwa mereka bukanlah pencuri sebagaimana yang dituduhkan. Pada saat kejadian, mereka baru saja bertolak dari Caranavi menuju La Paz untuk menagih utang. Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Awalnya kasus ini terkait dengan dugaan pencurian, tapi tak bisa lagi dikonfirmasi. Selanjutnya kasus ini sekarang mengarah pada kasus pembunuhan, dan penganiayaan serius, dengan tambahan adanya dorongan masyarakat untuk melakukan kejahatan," jelas kepolisian setempat Kolonel Agudo. (*)

Sumber : tribunnews.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: