Satgas Saber Pungli Ponorogo Nganggur

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Ponorogo belum teruji. Bahkan, belum terlihat aksi nyata dari tim ini. Alias masih menganggur. Sebab, hingga kini belum ada satupun pengaduan yang masuk. ‘’Beluam ada laporan. Mungkin masyarakat Ponorogo baik-baik semua,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin, kemarin (19/1).

Padahal, Satgas Saber Pungli ini sudah di-launching sejak Desember 2016 lalu. Pun pengaduan masyarakat bisa disampaikan ke masing-masing instansi yang tergabung. Yakni kepolisian, TNI, inspektorat daerah, dan kejaksaan. Namun, keempat instansi tersebut belum menerima satupun laporan yang harus diteruskan ke satgas yang diketuai wakapolres ini.

Menurut Harun, peran aktif masyarakat penting agar kinerja satgas berjalan optimal. Sebab, masyarakat merupakan ujung tombak pengungkapan praktik pungli. ‘’Masyarakat yang paling banyak terdampak pungli. Kami berharap aktif melaporkan setiap menemukan praktik atau hanya sekadar kecurigaan (pungli, Red),’’ pintanya sembari menyebut menciptakan aparatur pemerintah yang bersih merupakan tanggung jawab bersama.


Kendati begitu, pihaknya tidak lantas pasif. Menurut dia, satgas yang berjumlah sekitar 60 orang tersebut aktif menggali informasi. Setidaknya sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mereka terbagi dalam beberapa subbidang dan seksi. Mulai pencegahan hingga penindakan.

Tim pencegahan sudah memulai sosialisasi ke elemen masyarakat. Melibatkan kecamatan, desa, hingga organisasi masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan investigasi. ‘’Semua instansi yang tergabung dalam satgas bisa menerima laporan. Jadi tidak perlu harus langsung ke polisi. Laporan yang masuk pasti kami tindaklanjuti,’’ tegasnya.

Harun juga menampik minim sosialiasasi hingga keberadaan satgas diragukan masyarakat. Bahkan, dia menginstruksikan anggotanya untuk menyelipkan pesan saber pungli kala bertugas. Dia yakin cara ini juga dilakukan instansi lain yang masuk satgas. Pihaknya berencana meluncurkan nomor khusus untuk menampung pesan singkat pengaduan masyarakat.

Sehingga, diharapkan masyarakat semakin mudah memberikan laporannya. Namun, butuh waktu dan anggaran untuk menyiapkan sistem pengaduan digital tersebut. ‘’Prinsipnya jalan dulu. Soal kekurangan nanti kami eveluasi sambil, termasuk sistem pengaduan melalui SMS atau aplikasi lain,’’ pungkasnya. (agi/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: