Seru dan Menantang, Datanglah ke "Wahana Tubing" di Desa Wagir Kidul, Pulung, Ponorog

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PULUNG – Ingin tantangan seru? Datanglah ke wahana tubing di Desa Wagir Kidul, Pulung, Ponorogo. Objek wisata arung jeram dengan pelampung ban tersebut masih perawan. Airnya jernih mengalir dari sumber air di Gunung Wilis. Menantang lantaran aliran di sungai Mendak yang berbatu ini sangat deras. ‘’Orang pasti akan langsung tertarik ingin bermain begitu melihatnya,’’ kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wagir Kidul Ribut Riyanto, kemarin (22/1).


Wahana tubingsejatinya bukan barang baru, sama dengan rafting. Hanya beda media pelampungnya. Tubing menggunakan ban, rafting perahu kartet. Tubing cocok di sungai yang tidak cukup lebar seperti sungai Mendak yang hanya sekitar empat meter.

Pun pihaknya masih harus memindahkan sejumlah batu agar pelampung ban tidak tersangkut. Namun, jika pemindahan batu kelewat menepi menyebabkan aliran sangat deras. ‘’Ini yang kami sebut cukup menantang. Kendati sungai Mendak ini kecil derasnya aliran tidak dapat dianggap remeh,’’ jelasnya.

Sebab, berada di lereng gunung. Sehingga, berkelak kelok dan curam. Namun, pengunjung tak perlu kawatir. Sebab, alur yang dipilih sudah mempertimbangkan faktor keselamatan. Bahkan, sudah beberapa kali diuji coba.

Tersedia dua spot tubing. Masing-masing sepanjang 1,5 kilometer dan sekitar empat kilometer. Pengunjung bakal disuguhi pemandangan hamparan sawah dan hutan dari ketinggian. Suasana lingkungan yang asri menambah betah berlama-lama. ‘’Ke depan akan kami tambah spot selfie, flying fox dan wahana lain,’’ ujarnya.

Sayangnya, debit air yang tidak menentu dan infrsastruktur jalan menuju lokasi masih jadi kendala. Meski begitu, wahana wisata alam tersebut sudah mulai ramai. Seharian kemarin misalnya, ada skitar 50-an pengunjung yang mencoba tubing. Padahal, baru sekitar dua pekan objek wisata yang dikelola pokdarwis ini resmi dibuka.

Pengunjung kebanyakan warga Ponorogo dari luar desa dan kecataman Pulung. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah. Selain cukpu potensial juga barang baru di Ponorogo. ‘’Kalau banyak yang datang tentunya perputaran ekonomi meningkat. Kami juga menyiapkan petani sayur dan buah. Tujuannya jadi oleh-oleh khas desa kami,’’ ujarnya sembari menyebut mengenakan tarif Rp 20 ribu sekali main.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Sapto Djatmiko menyebut pemkab menyiapkan dana stimulan Rp 25 juta untuk desa wisata. Namun, hanya untuk 30 desa tahun ini. Tak pelak, desa yang memiliki potensi wisata wajib berlomba. Setidaknya memenuhi kriteria yang ditetapkan pemkab.

Di antaranya, wisata sudah jalan atau sudah ada pengunjung. Sudah terbentuk pengurus hingga pertimbangan perkembangan potensi ke depan. ‘’Hampir semua desa mengajukan bantuan ini. Tetapi anggaran kami terbatas,’’ ujarnya sembari menyebut bakal dianggarkan setiap tahun. (agi/sat)

Sumber radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: