Tanah di Tugurejo Slahung Anjlok hingga 1,5 Meter, 1 Gedung TK Rusak

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO — Bencana tanah gerak di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, masih terus terjadi. Gerakan tanah di desa tersebut semakin menjadi-jadi pada saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur.

Pantauan Madiunpos.com di Desa Tugurejo, Selasa (10/1/2017) pagi, beberapa orang beserta tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional melihat retakan tanah yang terjadi di desa tersebut. Tanah gerak di lokasi itu merusak beberapa bangunan rumah dan infrastruktur jalan.
Anggota tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional menyurvei pergerakan tanah di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Selasa (10/1/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Salah seorang warga RT 002/RW 002, Desa Tugurejo, Mulyadi, 49, mengatakan gerakan tanah masih terus terjadi terutama saat hujan mengguyur. Dia menuturkan akibat pergerakan tanah itu, tanah di halaman rumahnya sudah anjlok hingga 1,5 meter.

Pergerakan tanah memang terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda. “Awal tahun 2017, tanah halaman rumah sudah anjlok hingga 1,5 meter,” jelas dia kepada Madiunpos.com.

Mulyadi mengatakan saat ada retakan tanah, dirinya langsung menumbuk atau menambal dengan tanah. Hal ini supaya air tidak meresap di tanah dan membuat retakan semakin melebar.

“Kalau retakannya kemasukan air ya bisa berbahaya. Karena nanti retakannya bisa semakin lebar,” ujar dia.

Guru TK Dharmawanita Tugurejo, Tini, 45, mengatakan bangunan gedung TK rusak karena bencana tanah gerak itu. Kerusakan juga mengakibatkan plafon gedung ambrol.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di TK tersebut masih berjalan seperti biasa. Namun, saat hujan turun siswa-siswa juga takut.

“Tanah gerak biasanya terjadi saat hujan mengguyur. Tapi kalau terang [tidak hujan] biasanya aman tidak terjadi gerakan,” kata dia.

Sumber : madiunpos.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: