TKW Ponorogo Ini 15 Tahun Tak Pulang, Anak Sudah Gadis Merindukan Sang Ibu

Sponsored Ad

Sponsored Ad
PONOROGO - Demi mengubah nasib, tak jarang seorang istri sekaligus ibu memilih bekerja di luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Mereka rela meninggalkan suami dan anak di kampung halaman, agar kehidupannya lebih layak ketika pulang nanti.

Hal itu juga dialami oleh seorang pria bernama Seno dan anak perempuannya yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Istri Seno pergi ke Arab Saudi 15 tahun lalu dan belum pernah pulang sampai sekarang.
Ninjiati binti Karsimun (kiri). Seno dan anak perempuannya yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur

Kerinduan bapak dan anak itu begitu terpancar di sebuah video yang dibagikan akun Facebook Siti Entik Sukenti, pada Selasa (24/1/2017).

Meskipun masih dapat berkomunikasi, tetapi mereka menginginkan agar istri atau ibu mereka pulang.

Seperti dikutip dari postingan Siti, tenaga kerja wanita (TKW) yang sudah 15 tahun tak pulang itu bernama Ninjiati binti Karsimun.

Ia bekerja di desa Beesh, Kota Jezan, Arab Saudi, dengan majikan bernama Musa Ibrahim.

Namun menurut Siti, saat ini Ninjiati dipekerjakan di rumah adik Musa yang bernama Fatma Ibrahim, karena majikan sebelumnya dipenjara.

Sebenarnya, Ninjiati sudah minta pulang sejak beberapa tahun lalu tetapi selalu diundur-undur oleh majikannya.

Terlebih, ia juga sudah tak menerima gaji selama 3,5 tahun.

"Dulur semua semoga bisa membantu ibu ini untuk pulang. Beliau dalam kesusahan minta gaji selama 3,5 tahun dan beliau ingin pulang. Dulur nuwun tulung bagikan berita ini semoga KJRI atau KBRI di Arab Saudi bisa menolong ibuk ini," tulis Siti.

Di video yang diunggah Siti, Seno juga mengatakan bahwa gaji Ninjiati belum dibayarkan lebih dari tiga tahun.

Ia meminta agar istrinya segera pulang dengan cara meminta tolong KBRI, serta mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

Sedangkan anak Ninjiati yang sudah remaja itu juga berpesan pada ibunya.

"Buk Ndang Mantuko, Aku Wis Kangen (bu cepat pulang, aku sudah kangen)," ujar gadis tersebut.

Saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Siti menuturkan bahwa belum ada kabar lebih lanjut soal Ninjiati.

Wanita berusia 40 tahun itu meninggalkan kampung halamannya di desa Golan, kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, saat anaknya masih berumur dua tahun.

Saat ini, Septina Amanda Sari, nama anak Ninjiati, sudah berusia 17 tahun. Ia telah duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

"Itu videonya sebenarnya saya suruh video ibunya yang TKW. Tapi kalau telepon ditunggui bosnya. Dia enggak tahu WA atau Facebook," tutur Siti.




Menurut tetangga Septiana, sambungnya, sebenarnya majikan Ninjiati tidak galak.

Namun ketika diminta gaji, majikan tersebut selalu berdalih tidak punya uang, sehingga kepulangan Ninjiati selalu diundur.

"Kerja bakti. Suami dan anaknya menunggu 15 tahun. Bapaknya kerja keras di rumah. Semoga ada pihak terkait yang tahu soal ini," ujarnya. (tribunjogja.com)
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: