Warga Desa Duri Slahung Gelar "Sidang Rakyat" Tuntut Jogoboyo Mundur Karena Selingkuh

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG - Ratusan warga Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim melakukan unjuk rasa, Jum'at (13/1/2017) mulai pukul 14.40 hingga 16.30 WIB di Kompleks Kantor Desa Duri. Walaupun sebagian besar massa tampak emosi tetapi aksi unjukrasa berlangsung damai.

Warga juga melakukan 'Sidang Rakyat' yang dilanjutkan mediasi oleh sekitar 300 orang warga Desa Duri terkait dugaan asusila yang dilakukan oleh salah satu oknum Perangkat Desa atau Jogoboyo Desa Duri, MNB (37 th) beralamat di Dukuh Telogo, Desa Duri. Sementara itu pasangan yang diduga selingkuhannya adalah EM (42 th) warga Desa Duri. Bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi tersebut adalah Gatot Setyabudi yang juga menjabat Ketua BPD Desa Duri.

Para pengunjuk rasa yang kebanyakan para pemuda Desa Duri tersebut membentangkan poster, diantaranya bertuliskan : "Turunkan Jogoboyo Mesum", "Jangan lindungi Perusak Moral Masyarakat", " Nafsumu Menghancurkan Masyarakat". Para demonstran sebelum masuk Kantor desa juga melaksanakan orasi dan menyampaikan tuntutannya.

Para pengunjuk rasa berharap oknum Jogoboyo tersebut dicopot. "Jangan lindungi perangkat yang melanggar," ujar Gatot. Bahkan pihaknya mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi.

"Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi maka para pemuda yang tergabung dari berbagai kelompok Karang Taruna dari tiap-tiap Dukuh di Desa Duri akan menggelar aksi yang lebih besar lagi," tambahnya. Menurutnya, sudah saatnya pemuda berbicara atas kebobrokan moral tersebut. "Apabila pemuda sudah tidak di dengarkan lagi maka kami para pemuda akan bertindak tegasnya.

Hadir dalam mediasi tersebut jajaran Muspika Kecamatan Slahung, Kades Duri Suroto beserta Perangkatnya, Wakil Ketua BPD Desa Duri Ismun Iskandar beserta anggotanya, Ketua LPMD Desa Duri Sunaryono beserta Anggotanya, para Ketua RT dan Ketua RW se-Desa Duri, Ketua Karang Taruna se-Desa Duri, Jajaran Koramil 0802/10 Slahung sebanyak 8 Orang dipimpin Serma Suradi dan Jajaran Polsek Slahung 5 Orang dipimpin Wakapolsek Slahung Aiptu Bambang.


Wakil BPD Desa Duri Ismun Iskandar menyatakan menanggapi permasalahan ini yang sebelumnya pernah sempat dibicarakan sekitar 2 bulan yang lalu. "Namun belum ada penyelesaiannya maka dari itu permasalahan dibahas dalam audensi/mediasi," ujar Ismun Iskandar.

Menurutnya beberapa tuntutan dari warga yaitu tuntutan dari perwakilan Ketua Karang taruna Desa Duri yaitu oknum Jogoboyo harus mundur. Sedangkan Tuntutan dari perwakilan Ketua RT RT 04 RW 02 yaitu oknum Jogoboyo juga harus mundur atau di pecat.

Semantara itu Perwakilan LPMD Desa Duri juga berharap agar oknum Jogoboyo harus mundur namun juga harus di proses secara hukum yg berlaku. Pun akhirnya tuntutan dari perwakilan Perangkat desa yaitu sama ikut dengan warga masyarakat.

Hingga pukul 16.30 WIB mediasi belum menemukan hasil dikarenakan Camat Slahung tidak bisa hadir. Sesuai hasil kesepakatan bersama  mediasi akan dilaksankaan di kemudian hari denga alasan karena Kepala Desa dan unsur perangkat desa tidak bisa memutuskan terkait tuntutan dari semua wakil elemen warga desa. Usai aksi para pengunjuk rasa tertib membubarkan diri. [nur]

Sumber : metroterkini.com
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: