ACS Beroperasi, Tilang Menanti

Sponsored Ad

Sponsored Ad
KOTA – Polisi tidak akan mentolelir lagi pelajar di bawah umur yang nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah. Tindakan tegas tilang bakal diambil. Itu menyusul resmi beroperasinya angkutan cerdas sekolah (ACS) sejak tiga hari lalu. ‘’Kami terus memonitor. Kalau ketahuan langsung kami tindak (tilang, Red),’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Ipda Syaiful Bahri, kemarin (22/2).

Selain memonitor ACS razia juga digelar. Untuk sementara pelajar yang mengendarai sepeda motor ke sekolah turun 50 persen. Setidaknya di wilayah kota. Titik-titik yang biasa dilewati pelajar lebih sepi. Di antaranya, Jalan Soekarno-Hatta, dr Soetomo, MH Thamrin dan Trunojoyo. Namun, pihaknya sempat menjaring 48 pelajar pelanggar di kawasan Tambakbayan, Selasa (21/2) lalu. ‘’Karena sudah ada solusi angkutan ke sekolah, pelanggar (pelajar) akan kami tindak,’’ ujarnya sembari menyebut, sebelumnya sebatas peringatan.

Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi mengungkapkan ada peningkatan jumlah penumpang ACS. Terutama di kecamatan pinggiran. Seperti Kecamatan Sawoo, Pulung, Badegan dan Kauman. Bahkan, Kecamatan Sawoo minta tambahan tujuh armada lagi. Sedang, kecamatan lain masing-masing satu. Antusiasme pelajar cukup bagus. ‘’Pantauan kami terjadi lonjakan penumpang di sejumlah trayek. Ini sedang kami carikan solusinya,’’ ungkapnya.

Sebab, lonjakan berarti butuh tambahan armada. Sedangkan anggaran ACS hanya cukup untuk 33 armada. Pun baru 31 yang beroperasi. Djunaedi bakal mengupayakan tiga armada segera. Sedang, rencana tambahan dalam jumlah besar diprediksi baru dilaksanakan 2018. Opsi penganggaran di APBD perubahan sekitar Agustus dirasa tak optimal. Sebab, biasanya baru dapat dilaksanakan sekitar Oktober. Sehingga, kelewat mepet. ‘’Setiap bulan kami butuh sekitar 100 juta untuk operasional ACS. Anggaran tidak cukup kalau harus tambah armada lagi,’’ ujarnya.

Pihaknya bakal memindahkan sejumlah armada trayek sepi ke yang lebih ramai. Ada trayek kota yang tak optimal, yakni trayek Tajuk. Dua armada yang melintas di sana rata-rata hanya mendapat tujuh sampai delapan penumpang. Pihaknya, bakal mengalihkan ke trayek Dengok yang melonjak signifikan. ‘’Akan kami evaluasi terus. Karena antusiasmenya cukup bagus, akan kami upayakan penambahan ke depan,’’ janjinya.

Terkait gagal paham sejumlah pelajar, Djunaedi mengaku masih wajar. Sejumlah pelajar takut naik ACS lantaran tidak terdaftar. Padahal, pendaftaran pernah dilakukan sebatas mendata. Itu penting untuk mengetahui tingkat antusiasme calon penumpang ACS. Dia menegaskan, semua pelajar berseragam boleh naik ACS. ‘’Bukan hanya pelajar. Guru juga ada yang menanyakan itu. Sudah kami jelaskan dan mereka paham. Ini hanya masalah pemahaman awal,’’ akunya sembari membantah pihaknya minim sosialiasi. (agi/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: