Dituduh Curi Listrik, Warga Ponorogo Kena Denda Rp 4 Juta

Sponsored Ad

Sponsored Ad
SLAHUNG – Upaya Purbo, warga Dusun Melikan, Kambeng, Slahung, Ponorogo, mengembalikan aliran listrik yang diputus PLN sia-sia. Pihak PLN bersikukuh tidak akan menyambung kembali sebelum denda Rp 4 juta dibayar lunas. Denda itu dikenakan pada Purbo atas tuduhan pencurian aliran listrik. Padahal, itu tidak pernah dilakukannya. ‘’Kami tidak tahu harus bagaimana lagi,’’ kata Purbo usai mendatangi kantor UPJ PLN Balong, kemarin (20/2).


Purbo mengungkapkan pemutusan listrik itu terjadi Kamis (16/2) lalu. Saat itu ada petugas PLN datang ke rumahnya dan langsung memutus aliran listrik. Dia sempat menanyakan alasan pemutusan itu. Namun, petugas PLN memintanya datang ke kantor UPJ PLN Balong untuk mengurusnya. Saat itu, Purbo langsung mendatangi PLN setempat. Dia diberitahu pemutusan itu karena melakukan pencurian aliran listrik. ‘’Kami diminta membayar Rp 4 juta, jika ingin disambung lagi,’’ ungkapnya.

PLN berdalih ada bekas lubang paku pada kabel di atas meter listrik di rumahnya. Namun itu dibantah Purbo, sebab dia menyebut kemungkinan besar kasus itu (lubang pada kabel) terjadi sebelum tahun 2000. Itu bisa dilihat dari cat pada kabel. Purbo ingat betul pengecatan rumah terakhir sekitar tahun 2000. Namun, penjelasan Purbo tidak digubris pihak PLN. ‘’Kami hanya diberi kelonggaran mengangsur denda 10 kali,’’ terangnya sambil menyebut sudah dua kali ini mendatangi PLN sejak listriknya diputus.

Sebenarnya Purbo tidak keberatan jika harus membayar denda itu. Dia hanya menyayangkan PLN yang asal tuduh. Pihaknya selama ini membayar rutin tagihan PLN setiap bulan. Selain itu, yang tinggal di rumah tersebut orang tua. Sehingga, tidak mungkin mencuri aliran listrik. Selama ini, juga tidak ada surat resmi dari PLN mengenai pemutusan itu. ‘’ Dari pihak PLN tidak memberi apa-apa. Laporan juga tidak dikasih. Intinya kami dituduh mencuri listrik,’’ sesalnya.

Kepala UPJ PLN Balong Imam Mahmudi ketika dikonfirmasi mengungkapkan belum tahu kasus itu. Dia berdalih selama dua pekan terakhir berada di Malang. Dan baru pulang kemarin (20/2) siang. Dia hanya mendapat laporan pemutusan itu dilakukan karena ada bekas lubang pada kabel di atas meter listrik yang kemungkinan bisa digunakan untuk mengalirkan listrik. ‘’Nanti akan koordinasi dulu dengan petugas untuk mengetahui pastinya,’’ ungkapnya dihubungi via telepon seluler kemarin. (tif/sat)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: