Peluk Haram di Rumah Kos

Sponsored Ad

Sponsored Ad
MADIUN – Kejadian menggelikan terungkap saat petugas gabungan satpol PP menggelar razia di salah satu rumah kos di Jalan Podang kemarin (15/2). Petugas memergoki sepasang muda-mudi yang tengah berduaan di kamar kos. Si pria sempat bersembunyi di dalam lemari untuk mengelabui petugas.


Aksi itu sempat mengecoh petugas. Sebab, ketika pintu kamar kos diketuk, petugas hanya mendapati si perempuan yang nongol dari balik pintu. Perempuan yang kemudian diketahui bernama Bel, 24, asal Jogoroto, Jombang, itu langsung dimintai kartu identitasnya.

Kecurigaan petugas baru muncul ketika mendapati sandal pria di dalam kamar. Petugas kemudian menanyakan siapa pemilik sandal tersebut. Namun, Bel mengaku bahwa sandal itu adalah milik saudaranya. Dia tetap bersikukuh sendirian di dalam kamar kos tersebut.

Namun, petugas tak langsung percaya. Salah seorang personel satpol PP lantas memeriksa seluruh sudut ruangan. Lemari pakaian juga tak luput diperiksa. Betul saja, saat petugas membuka pintu lemari, seorang pria terlihat meringkuk di bawah tumpukan baju. Pria itu diduga merupakan pasangan mesum dari Bel. Dia bersembunyi di dalam lemari agar tak terjaring razia. Dia kemudian diminta keluar dari dalam lemari untuk menunjukkan kartu identitasnya.

Dari identitas yang diberikan, pria itu diketahui benama OW, 37, warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo. Ironisnya, ternyata OW sudah memiliki istri. Tanpa basa-basi, pasangan selingkuh itu lantas dibawa petugas ke kantor satpol PP di kompleks Stadion Wilis. Selain OW dan Bel, petugas juga turut mengamankan satu perempuan penghuni kos lainnya. Penyebabnya sama, yakni tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya.

Petugas gabungan juga sempat merazia tempat kos di Jalan Ciliwung. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sepasang muda-mudi yang tengah asyik berduaan di dalam sebuah kamar kos. Juga seorang perempuan penghuni kos yang tidak mengantongi KTP.

Tak cukup sampai disitu, petugas kemudian menyasar tempat kos di Jalan Panglima Sudirman, persisnya di belakang salah satu kafe. Petugas kembali memergoki dua pasangan ABG yang sedang berduaan di dalam kamar. Selain itu, petugas juga menggelandang tiga perempuan ke dalam truk karena tidak mempunyai kartu identitas penduduk.

Plt Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menyebutkan, dalam razia itu pihaknya menyasar 10 tempat kos di berbagai wilayah. Dari razia tersebut, petugas mengamankan 14 orang; terdiri dari lima pasangan bukan suami istri dan empat perempuan yang tidak dapat menunjukkan identitasnya. ‘’Mereka terindikasi telah melanggar perda 7/2006 tentang Izin Usaha Rumah Kos/Pemondokan,’’ terangnya.

Sunardi menambahkan, kelima pasangan mesum yang terjaring razia itu selanjutnya dilakukan penyidikan. Mereka juga diberi surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Setelah itu, mereka dibina dan apabila perlu akan dikenai tindak pidana ringan (tipiring). ‘’Sedangkan mereka yang terjaring razia tanpa identitas akan kami data dan minta untuk melengkapi identitasnya,’’ jelasnya.

Usai diberi pembinaan oleh petugas Satpol PP, seluruh korban razia dipulangkan. Sunardi berharap tempat kos tidak digunakan untuk tindakan asusila. ‘’Kami tak segan memberikan sanksi tegas berupa penutupan tempat kos,’’ tegasnya. (her/ota)

Sumber : radarmadiun.co.id
Sponsored Ad
J4ngan Lupa B4ca T!ps Ber!kut ini: